Kompas.com - 22/10/2018, 18:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan Program Pembangunan Satu Juta Rumah tak selalu berjalan mulus. Kendati berbagai pendukung mulai dari regulasi, pembiayaan dan lain sebagainya telah diterapkan.

Plt Dirjen Pembiayaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengemukakan hal itu dalam pembukaan Diskusi Bersama Media dengan tema "Tapera sebagai Sumber Dana Jangka Panjang untuk Pembiayaan Perumahan", di Jakarta, Senin (22/10/2018).

“Ada tiga masalah yang dihadapi dalam melaksanakan program ini, yaitu tanah, regulasi, dan pembiayaan,” ucap Khalawi, Senin (22/10/2018) di Jakarta.

Dia mengatakan, pengadaan tanah untuk perumahan tidak gampang karena menyangkut lokasi dan harga.

Baca juga: Terkait Tapera, Pemerintah Fokus 3 Hal

Terlebih lagi di kota-kota besar, ketersediaan luas tanah yang sesuai kebutuhan semakin terbatas.

Kemudian, mengenai regulasi, hal itu perlu disosialisasikan ke berbagai daerah dalam bentuk peraturan daerah (perda) sehingga nantinya perizinan di setiap daerah dapat berjalan dengan baik.

Tentunya hal itu bisa dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Untuk itu, pemerintah pun melakukan deregulasi sejumlah perizinan untuk mendukung realisasi perumahan rakyat sehingga lebih sederhana.

Salah satu kebijakan antara lain memberikan kemudahan perizinan, seperti Inpres Nomor 3 tahun 2015 tentang Penyederhanaan Perizinan Pembangunan Perumahan dan PP Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan MBR.

"Kami sederhanakan perizinannya, dari 44 tahap menjadi 11 tahap. Dari segi waktu, dari 600 hari menjadi 40 hari," tutur Khalawi, Rabu (12/9/2018).

Penyederhanaan perizinan itu bukan berarti langsung memecahkan masalah. Kendala berikutnya muncul ketika tidak semua pemerintah daerah (Pemda) mengimplementasikan kebijakan itu.

"Harusnya pemerintah daerah membuat perda-perda. Butuh peran stakeholder dan akademisi, misalnya dengan melibatkan perguruan tinggi," imbuhnya.

Selanjutnya menyangkut pembiayaan, inilah yang sekarang sedang disiapkan melalui program Tapera lewat kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

“Tanah semakin susah, regulasi perlu sosialisasi dalam perda-perda baru sehingga kemudahan perizinan akan lebih baik, dan soal pembiayaan sudah dimulai melalui Tapera ini,” ujar Khalawi.

Pelaksanaan Tapera ini merupakan rangkaian usaha yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi target program Sejuta Rumah yang sudah berjalan selama ini.

Adapun perkembangan program Sejuta Rumah, menurut dia, hingga pertengahan Oktober ini sudah mencapai 850.000 unit rumah.

Artinya, tinggal 150.000 unit lagi yang diusahakan akhir tahun ini bisa diselesaikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

67.000 Rumah di Cianjur Rusak akibat Gempa

67.000 Rumah di Cianjur Rusak akibat Gempa

Berita
Kecuali Jembatan Cijedil, Konektivitas di Cianjur Telah Dibuka Seluruhnya

Kecuali Jembatan Cijedil, Konektivitas di Cianjur Telah Dibuka Seluruhnya

Berita
3  Kelebihan Menggunakan Rumput Sintetis di Halaman Depan Rumah

3 Kelebihan Menggunakan Rumput Sintetis di Halaman Depan Rumah

Tips
Semua Jenis Kendaraan Diprediksi Lintasi Tol Kuala Tanjung-Parapat

Semua Jenis Kendaraan Diprediksi Lintasi Tol Kuala Tanjung-Parapat

Berita
Bertaburan Hotel Mewah Internasional, Jakarta Masuk 'Top Tier Cities' Dunia

Bertaburan Hotel Mewah Internasional, Jakarta Masuk "Top Tier Cities" Dunia

Berita
Hati-hati, Bakal Ada Perbaikan di Ruas Tol JORR E, Catat Waktu dan Lokasinya

Hati-hati, Bakal Ada Perbaikan di Ruas Tol JORR E, Catat Waktu dan Lokasinya

Berita
Kata Basuki, Sungai Ciliwung Bisa Jadi Sumber Air Baku DKI Jakarta

Kata Basuki, Sungai Ciliwung Bisa Jadi Sumber Air Baku DKI Jakarta

Berita
Pertaruhan Hamawas: Tiga Seksi Tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat

Pertaruhan Hamawas: Tiga Seksi Tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat

Berita
Bawa Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2022, Ini Deretan Properti Milik Lionel Messi

Bawa Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2022, Ini Deretan Properti Milik Lionel Messi

Berita
Kementerian PUPR Akan Rehabilitasi Bangunan Publik Rusak di Cianjur, Ini Daftarnya

Kementerian PUPR Akan Rehabilitasi Bangunan Publik Rusak di Cianjur, Ini Daftarnya

Berita
Bangun Huntap Bagi Korban Gempa Cianjur, Pemerintah Siapkan Lahan 32 Hektar

Bangun Huntap Bagi Korban Gempa Cianjur, Pemerintah Siapkan Lahan 32 Hektar

Hunian
Tahun 2023, Nilai Konstruksi Proyek Industri Diprediksi Naik Tipis

Tahun 2023, Nilai Konstruksi Proyek Industri Diprediksi Naik Tipis

Berita
5 Hal yang Harus Dibersihkan Sebelum Memasuki Perayaan Natal

5 Hal yang Harus Dibersihkan Sebelum Memasuki Perayaan Natal

Tips
Jelang Libur Natal, Ini Titik Rawan Banjir dan Longsor di Jalan Nasional Sulsel

Jelang Libur Natal, Ini Titik Rawan Banjir dan Longsor di Jalan Nasional Sulsel

Berita
Nilai Konstruksi Perumahan Diprediksi Rp 54 Triliun pada 2023, Terbanyak Rumah Tapak

Nilai Konstruksi Perumahan Diprediksi Rp 54 Triliun pada 2023, Terbanyak Rumah Tapak

Hunian
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.