Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/10/2018, 11:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bila tak ada aral melintang, mass rapid transit (MRT) dapat dinikmati warga DKI Jakarta pada Maret 2019 mendatang.

Saat ini, pekerjaan sipil proyek tersebut secara keseluruhan telah mencapai 96,54 persen. Rinciannya, 95,36 persen untuk pekerjaan depo dan jalur layang.

Baca juga: Trase MRT Jakarta Diusulkan Sampai Bandara Soekarno-Hatta

Sementara untuk pekerjaan jalur bawah tanah telah mencapai 97,71 persen.

Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).Kompas.com / Dani Prabowo Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).

Kompas.com berkesempatan menyambangi salah satu stasiun yang tengah dibangun pada Kamis (18/10/2018) lalu.

Stasiun tersebut yakni Stasiun Senayan yang menjadi stasiun bawah tanah pertama yang berada di ujung Jalan Jenderal Sudirman.

Stasiun ini berada tepat di depan Mal Ratu Plaza. Untuk mengaksesnya, ada dua pintu masuk yaitu tepat berada di depan dan di seberang mal.

Saat ini, keduanya masih dalam tahap penyelesaian akhir.

Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).Kompas.com / Dani Prabowo Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).

Untuk memudahkan warga dalam mengakses area concourse dan peron stasiun, pengelola, PT MRT Jakarta, menyediakan dua buah tangga dan satu unit ekskalator pada masing-masing pintu masuk, serta dua unit lift.

Stasiun ini memiliki panjang 200 meter dan lebar 19 meter. Ketika turun pertama kali ke dalam stasiun, warga akan mendapati area concourse atau area komersial yang berada di kedalaman 3 meter dari permukaan jalan.

Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).Kompas.com / Dani Prabowo Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).

Di area ini, selain warga dapat membeli tiket melalui mesin tiket elektronik, pengelola juga menyediakan petugas tiket boks untuk membantu warga.

Di samping itu, juga terdapat beberapa fasilitas umum, seperti toilet, ruang menyusui, toserba, hingga atm center.

Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).Kompas.com / Dani Prabowo Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).

Untuk menuju peron atau tempat tunggu kereta yang berada 14 meter dari permukaan jalan, pengelola menyediakan 2 unit tangga, 2 unit ekskalator, dan 1 unit lift.

Keberadaan lift ini akan cukup membantu, terutama, bagi penumpang penyandang disabilitas.

Area peron sendiri terbilang cukup luas serta dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara yang baik, sehingga membuat penumpang merasa nyaman.

Di beberapa titik juga terpasang CCTV untuk memberikan rasa aman kepada penumpang.

Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).Kompas.com / Dani Prabowo Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).

Selain itu, untuk membatasi antara peron dan rel, terdapat pula platform screen door (PSD) otomatis serta pagar yang terbuat dari akrilik.

Nantinya, pengelola akan memasang lampu-lampu penanda pada muka PSD sehigga dapat dilihat dengan mudah.

Secara keseluruhan, pekerjaan konstruksi stasiun yang didominasi warna coklat dan abu-abu ini telah mencapai 96,48 persen.

Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).Kompas.com / Dani Prabowo Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).

Pada bagian eksteriornya terdapat perbedaan muka tinggi antara area untuk pedestrian dan akses tangga masuk dengan memperhitungkan keamanan dari genangan air saat musim hujan.

Selain itu, terdapat juga rolling door sebagai fungsi perlindungan tambahan dari banjir.

Sesuai dengan semangatnya, yaitu integrasi transportasi publik, stasiun MRT Senayan juga terintegrasi dengan halte transJakarta yang berjarak sekitar 110 meter.

Di samping itu juga terdapat sejumlah moda transportasi lain yang juga melewati stasiun tersebut, seperti Metromini, APB, PPD, Kopaja, Mayasari Bakti, hingga Bianglala.

Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).Kompas.com / Dani Prabowo Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).

Di sebagian kota-kota besar di dunia, kehadiran MRT bukanlah sebuah hal yang mewah, melainkan sebagai suatu upaya untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi sebagai moda transportasi.

Sama halnya dengan di Jakarta. Kemacetan yang tinggi pada jam-jam sibuk diharapkan dapat berkurang dengan hadirnya MRT ini.

Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).Kompas.com / Dani Prabowo Kondisi Stasiun MRT Senayan pada Kamis (18/10/2018).

Oleh karena itu, kelak Jakarta dapat bersaing dengan kota-kota besar di Filipina, Malaysia, dan India yang juga telah memiliki MRT terlebih dahulu. Serta membangun peradaban bertransportasi publik yang lebih baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+