Perbandingan Cicilan DP 0 Rupiah Bank DKI Konvensional dan Syariah - Kompas.com

Perbandingan Cicilan DP 0 Rupiah Bank DKI Konvensional dan Syariah

Kompas.com - 12/10/2018, 21:00 WIB
Proyek Rusunami Klapa VillageKompas.com/DANI PRABOWO Proyek Rusunami Klapa Village

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin mengikuti program hunian DP 0 Rupiah gagasan Gubernur DKI Anies Baswedan harus menyiapkan uang di atas Rp 2 juta per bulan untuk mencicilnya.

Proyek pertama yang menjadi bagian dari program percontohan ini adalah Rumah Susun Sederhana Milik ( Rusunami) Klapa Village di wilayah Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Peluncuran program ini telah dilakukan Anies, Jumat (12/10/2018). Kendati demikian, rusunami ini baru bisa dipesan pada 1 November 2018 mendatang.

Baca juga: Rusunami DP 0 Rupiah Bisa Dipesan Mulai 1 November

Ada dua tipe yang ditawarkan, yaitu tipe 21 meter persegi dan 36 meter persegi. Untuk tipe 21, Pemprov DKI membanderolnya seharga Rp 184.800.000 hingga Rp 213.400.000.

Sementara untuk tipe 36 berkisar antara Rp 304.920.000 hingga Rp 310.000.000.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan program DP 0 Rupiah di proyek Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, Jumat (12/10/2018).Kompas.com/DANI PRABOWO Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan program DP 0 Rupiah di proyek Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, Jumat (12/10/2018).
Untuk tahap pertama ini, Pemprov DKI bekerja sama dengan Bank DKI dalam menyediakan uang muka. Besaran uang muka yang 'ditanggung' maksimal 20 persen dari harga rumah.

"Apabila masyarakat mengajukan pembayaran uang muka difasilitisasi Pemda DKI, maka pemda melalui APBD akan alokasikan," kata Plt Kepala Dinas Perumahan DKI Meli Budiastuti.

Uang muka yang ditanggung sementara itu pada akhirnya harus tetap dikembalikan oleh masyarakat dengan masa tenor maksimum 20 tahun.

Skema cicilan

Ada dua skema cicilan pembayaran yang bisa dilakukan. Cicilan pertama yaitu sebesar Rp 2.008.337 per bulan dengan jangka waktu 20 tahun.

Untuk bisa mengakses skema ini, maka MBR harus punya penghasilan minimum per bulan yaitu Rp 5.738.105.

Ilustrasi kredit pemilikan rumah (KPR)THINKSTOCKS/SARINYAPINNGAM Ilustrasi kredit pemilikan rumah (KPR)
Sementara skema kedua yaitu cicilan Rp 2.426.665 per bulan, selama 15 tahun dengan estimasi penghasilan Rp 6.933.329.

Kompas.com mencoba membandingkan skema cicilan antara yang telah ditentukan Pemprov DKI dengan skema cicilan yang dikeluarkan Bank DKI maupun Bank DKI Syariah.

Untuk penghitungan skema Bank DKI diperoleh melalui laman kpr.online. Adapun untuk skema Bank DKI Syariah diperoleh langsung dari sistem kalkulator yang ada pada laman resmi.

Hasilnya, pada skema cicilan Bank DKI dengan tenor 15 tahun, besarannya dimulai dari Rp 2,4 jutaan hingga 2,8 jutaan per bulan untuk tipe 21 meter persegi. Sementara untuk tipe 36 cicilannya mulai dari Rp 4,015 jutaan hingga Rp 4,082 jutaan per bulan.

Adapun untuk tenor 20 tahun, cicilannya mulai dari Rp 2,26 jutaan hingga Rp 2,61 jutaan per bulan untuk tipe 21 meter persegu. Sedangkan tipe 36 meter persegi, cicilannya mulai dari Rp 3,74 jutaan hingga Rp 3,8 jutaan per bulan.

Keduanya menggunakan tingkat suku bunga 13,78 persen.

KPRwww.shutterstock.com KPR
Bagaimana dengan skema cicilan Bank DKI Syariah?

Bank ini hanya bisa melayani tenor maksimum 15 tahun. Untuk tipe 21 meter persegi, cicilannya mulai dari Rp 2,35 jutaan hingga Rp 2,73 jutaan per bulan.

Sementara untuk tipe 36 meter persegi, cicilannya mulai dari Rp 3,9 jutaan hingga Rp 3,97 jutaan per bulan. Adapun tingkat suku bunga untuk KPA Bank DKI Syariah yaitu 13,25 persen.



Close Ads X