Ketidakpastian Brexit Korbankan Pasar Properti Inggris - Kompas.com

Ketidakpastian Brexit Korbankan Pasar Properti Inggris

Kompas.com - 12/10/2018, 12:00 WIB
Ilustrasi pasar properti di Inggris.Yui Mok/PA Ilustrasi pasar properti di Inggris.

KOMPAS.com - Ketidakpastian pencabutan keanggotaan Inggris Raya dari Uni Eropa, atau yang dikenal dengan istilah British exit ( Brexit), menimbulkan ketidakpercayaan pasar di sektor properti.

Pernyataan itu dilaporkan oleh Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS), lembaga penelitian proyek properti dan infrastruktur di seluruh dunia, seperti diberitakan The Guardian, Kamis (11/10/2018).

Dikabarkan pula bahwa jumlah pembeli berkurang secara signifikan, harga penjualan turun, dan butuh waktu yang lebih lama untuk mencapai target penjualan.

Secara lebih rinci, waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi target penjualan semakin lama hingga 19 minggu.

Tekanan harga jual properti tidak hanya terjadi di London sebagai ibu kota Inggris, tetapi sudah menyebar wilayah tenggara dan timur Anglia. Kondisinya terlihat memburuk pada September lalu.

Lembaga survei lain di London dan bagian tenggaranya juga melakukan penelitian yang sama dengan RICS dan menunjukkan hasil serupa, yaitu menyalahkan Brexit.

"Brexit akan menjadi bencana bagi pasar properti," kata Simon Barker, peneliti di agen real estat Knight Frank.

Sementara itu, menurut Michael Brooker, tenaga survei dan agen properti di Crowborough, East Sussex, efek Brexit benar-benar menekan angka penjualan.

Dalam penelitiannya, RICS juga mengukur sentimen di pasar properti dan hasilnya menunjukkan bahwa pada Agustus lalu permintaan dari pembeli menurun menjadi -11 persen dari sebelumnya -9 persen.

Catatan angka itu dinilai sebagai kemerosotan tajam di pasar properti.

Ada sejumlah alasan yang dikemukakan responden, tetapi ketidakpastian yang berkaitan dengan negosiasi Brexit berada di daftar teratas, diikuti dengan pernyataan rahasia oleh Gubernur Bank Sentral Inggris kepada kabinet.

"Semua ini megakibatkan pasar penjualan menjadi korban,” ujar kepala bagian ekonomi di RICS, Simon Rubinson.

Meski demikian,  di luar wilayah selatan, pengaruh ketidakpastian Brexit tidak begitu terasa. RICS juga menyebutkan bahwa harga rumah terus naik di sebagian besar Inggris Raya, terutama di West Midlands, Irlandia Utara, dan Skotlandia yang pertumbuhannya paling kuat.

"Pasar terus menguat meskipun Brexit menjadi sesuatu yang ditakuti," tutur Kirby O'Connor, agen real estat Belfast, GOC.


Terkini Lainnya

Samira Residence Terjual 70 Persen

Samira Residence Terjual 70 Persen

Perumahan
Tauzia Hotels Buka Jaringan di Manado

Tauzia Hotels Buka Jaringan di Manado

Hotel
Terkait Tapera, Pemerintah Fokus 3 Hal

Terkait Tapera, Pemerintah Fokus 3 Hal

Berita
Titian Penghubung Masyarakat yang Terisolasi

Titian Penghubung Masyarakat yang Terisolasi

BrandzView
Melihat Interior Stasiun MRT Senayan...

Melihat Interior Stasiun MRT Senayan...

Berita
Usulan Lengkap Tarif MRT Jakarta

Usulan Lengkap Tarif MRT Jakarta

Berita
Ridwan Kamil: Izin Meikarta Wewenang Pemkab Bekasi

Ridwan Kamil: Izin Meikarta Wewenang Pemkab Bekasi

Berita
Tarif MRT Jakarta Diklaim Lebih Murah Ketimbang Ojek Online

Tarif MRT Jakarta Diklaim Lebih Murah Ketimbang Ojek Online

Berita
Dua Usulan Tarif MRT Jakarta

Dua Usulan Tarif MRT Jakarta

Berita
Bisa Dicontoh, Desain Rumah Selebar 3,6 Meter

Bisa Dicontoh, Desain Rumah Selebar 3,6 Meter

Arsitektur
Sebelum Harga Naik, REI NTT Gelar Ekspo Rumah Terakhir 2018

Sebelum Harga Naik, REI NTT Gelar Ekspo Rumah Terakhir 2018

Hunian
29 IMB Meikarta Belum Disahkan

29 IMB Meikarta Belum Disahkan

Berita
Pemerintah Targetkan 231 Bendungan sampai 2019

Pemerintah Targetkan 231 Bendungan sampai 2019

Berita
Empat Tahun, Penumpang Angkutan Publik Terus Tumbuh

Empat Tahun, Penumpang Angkutan Publik Terus Tumbuh

Berita
Jokowi Klaim 3.432 Kilometer Jalan Terbangun Selama 4 Tahun

Jokowi Klaim 3.432 Kilometer Jalan Terbangun Selama 4 Tahun

Berita

Close Ads X