Bukti Properti Masih Bagus, Jepang Investasi Rp 1,6 Triliun - Kompas.com

Bukti Properti Masih Bagus, Jepang Investasi Rp 1,6 Triliun

Kompas.com - 11/10/2018, 18:00 WIB
Maket rencana pembangunan Apartemen Serpong Garden.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Maket rencana pembangunan Apartemen Serpong Garden.


JAKARTA, KOMPAS.com - Optimisme di tengah meluruhnya nilai tukar Rupiah, dan ketidakpastian bisnis masih terlihat di sektor properti.

Hal ini seiring terjalinnya kerja sama antara PT Hutama Anugrah Propertindo dan Creed Group yang mengembangkan dua menara apartemen Serpong Garden.

Creed Group sebagai pengembang properti asal Jepang mengucurkan investasi senilai Rp 1,6 triliun untuk apartemen yang berlokasi di Tangerang, Banten, tersebut.

"Investasi totalnya sekitar Rp 1,6 triliun untuk dua menara yang saat ini dalam pembangunan. Ini merupakan joint venture partnership," ucap Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo Ferdy Sutrisno, di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Bukan TOD, Investor Jepang Tawarkan Apartemen Berkonsep TOL

Dana sebesar itu digunakan tidak hanya untuk membangun dua menara apartemen, Bellerosa dan Cattleya, tetapi juga tiga menara lainnya serta pengadaan berbagai fasilitas pelengkap.

Salah satu fasilitas yang diandalkan yaitu jembatan penyeberangan orang (JPO) sebagai akses ke Stasiun Cisauk yang berada di seberang proyek ini.

JPO dibangun karena konsep yang diusung pengembang adalah transport oriented living (TOL), yaitu memanfaatkan sarana transportasi massal sebagai bagian dari gaya hidup.

Hingga saat ini penjualan Cattleya sudah mencapai 95 persen dari total 1.500 unit sejak dipasarkan  awal 2016. Sementara Bellarosa terjual 90 persen dari total 700 unit sejak dipasarkan pada pertengahan 2016. 

Pengembang menawarkan dua tipe apartemen masing-masing Studio seharha Rp 200 jutaan, dan dua kamar tidur Rp 400 jutaan. 

Sementara itu, Lukas Bong selaku konsultan pemasaran Serpong Garden mengatakan, dilihat dari nilai investasi yang cukup besar, hal itu membuktikan bahwa industri properti di Indonesia masih menarik untuk dikembangkan, sama halnya bagi investor asing.

"Pasar properti di Indonesia masih sangat bagus, pertumbuhannya masih tinggi. Melihat sejumlah proyek properti, kami membangun Serpong Garden dan memberi sesuatu yang lain," ujar Lukas.

Menurut dia, pengembang tidak selalu bisa membangun proyek yang benar-benar sesuai keinginan konsumen. Meski demikian, imbuhnya, angka penjualan proyek properti tidak begitu buruk.


Terkini Lainnya

Kasus Meikarta, Potret Rumitnya Perizinan di Indonesia

Kasus Meikarta, Potret Rumitnya Perizinan di Indonesia

Berita
Samira Residence Terjual 70 Persen

Samira Residence Terjual 70 Persen

Perumahan
Tauzia Hotels Buka Jaringan di Manado

Tauzia Hotels Buka Jaringan di Manado

Hotel
Terkait Tapera, Pemerintah Fokus 3 Hal

Terkait Tapera, Pemerintah Fokus 3 Hal

Berita
Titian Penghubung Masyarakat yang Terisolasi

Titian Penghubung Masyarakat yang Terisolasi

BrandzView
Melihat Interior Stasiun MRT Senayan...

Melihat Interior Stasiun MRT Senayan...

Berita
Usulan Lengkap Tarif MRT Jakarta

Usulan Lengkap Tarif MRT Jakarta

Berita
Ridwan Kamil: Izin Meikarta Wewenang Pemkab Bekasi

Ridwan Kamil: Izin Meikarta Wewenang Pemkab Bekasi

Berita
Tarif MRT Jakarta Diklaim Lebih Murah Ketimbang Ojek Online

Tarif MRT Jakarta Diklaim Lebih Murah Ketimbang Ojek Online

Berita
Dua Usulan Tarif MRT Jakarta

Dua Usulan Tarif MRT Jakarta

Berita
Bisa Dicontoh, Desain Rumah Selebar 3,6 Meter

Bisa Dicontoh, Desain Rumah Selebar 3,6 Meter

Arsitektur
Sebelum Harga Naik, REI NTT Gelar Ekspo Rumah Terakhir 2018

Sebelum Harga Naik, REI NTT Gelar Ekspo Rumah Terakhir 2018

Hunian
29 IMB Meikarta Belum Disahkan

29 IMB Meikarta Belum Disahkan

Berita
Pemerintah Targetkan 231 Bendungan sampai 2019

Pemerintah Targetkan 231 Bendungan sampai 2019

Berita
Empat Tahun, Penumpang Angkutan Publik Terus Tumbuh

Empat Tahun, Penumpang Angkutan Publik Terus Tumbuh

Berita

Close Ads X