Kota Terbelakang Jika Warganya Masih Gunakan Mobil dan Motor - Kompas.com

Kota Terbelakang Jika Warganya Masih Gunakan Mobil dan Motor

Kompas.com - 10/10/2018, 18:00 WIB
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar saat memberikan penjelasan di kantornya, Jakarta, Selasa (28/8/2018).KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar saat memberikan penjelasan di kantornya, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Baik buruknya kualitas transportasi publik sebuah kota menjadi salah satu indikasi kota tersebut modern atau tidak.

Namun, kualitas tersebut tak hanya dilihat segi modanya saja yang modern, tetapi juga bagaimana masyarakat memanfaatkan keberadaannya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengungkapkan hal tersebut saat diskusi bertajuk 'Budaya Baru Bertransportasi Publik' di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Menurut dia, ketika banyak penduduk justru memilih kendaraan pribadi, baik itu roda dua maupun roda empat sebagai moda transportasinya, maka kota tersebut bukanlah sebuah kota modern.

Baca juga: Aturan Ganjil-Genap Tak Kurangi Macet Jakarta

"Apa yang mengidentifikasi kota itu modern atau kota itu masih terbelakang? Public transport-nya. Semua lapisan masyarakat, mau kaya, menengah atau miskin, itu naik public transport itulah kota modern," kata dia.

Beberapa penduduk di negara dan kota dunia, seperti Singapura, Jepang, Hongkong, London, dan New York, memilih meninggalkan kendaraan pribadi mereka di rumah.

Selain karena tarif parkir mahal, mencari lokasi parkir pun juga cukup sulit. Belum lagi tingginya pajak kendaraan yang harus mereka bayar setiap tahunnya.

"Sehingga orang berpikir, ngapain saya harus pakai kendaraan pribadi? Mending saya tinggalkan kendaraan pribadi di rumah, lalu saya naik transportasi publik," kata dia.

Memang, ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi untuk mewujudkan sebuah kota dengan transportasi publik yang modern, yaitu kepastian terhadap keamanan, kenyamanan dan keandalan sitem transportasi itu sendiri.

Ketiga aspek itulah yang kini terus ditanamkan MRT Jakarta sebelum nantinya beroperasi pada tahun depan.

Selain, aspek integrasi dengan moda transportasi lain yang kelak memudahkan masyarakat untuk mengakses MRT.

"Seluruh masyarkaat di Jakarta akan merasa aman dan nyaman, semua terintegrasi dengan public transport. Dan itulah ciri dari sebuah kota modern," tutup William.


Terkini Lainnya

Samira Residence Terjual 70 Persen

Samira Residence Terjual 70 Persen

Perumahan
Tauzia Hotels Buka Jaringan di Manado

Tauzia Hotels Buka Jaringan di Manado

Hotel
Terkait Tapera, Pemerintah Fokus 3 Hal

Terkait Tapera, Pemerintah Fokus 3 Hal

Berita
Titian Penghubung Masyarakat yang Terisolasi

Titian Penghubung Masyarakat yang Terisolasi

BrandzView
Melihat Interior Stasiun MRT Senayan...

Melihat Interior Stasiun MRT Senayan...

Berita
Usulan Lengkap Tarif MRT Jakarta

Usulan Lengkap Tarif MRT Jakarta

Berita
Ridwan Kamil: Izin Meikarta Wewenang Pemkab Bekasi

Ridwan Kamil: Izin Meikarta Wewenang Pemkab Bekasi

Berita
Tarif MRT Jakarta Diklaim Lebih Murah Ketimbang Ojek Online

Tarif MRT Jakarta Diklaim Lebih Murah Ketimbang Ojek Online

Berita
Dua Usulan Tarif MRT Jakarta

Dua Usulan Tarif MRT Jakarta

Berita
Bisa Dicontoh, Desain Rumah Selebar 3,6 Meter

Bisa Dicontoh, Desain Rumah Selebar 3,6 Meter

Arsitektur
Sebelum Harga Naik, REI NTT Gelar Ekspo Rumah Terakhir 2018

Sebelum Harga Naik, REI NTT Gelar Ekspo Rumah Terakhir 2018

Hunian
29 IMB Meikarta Belum Disahkan

29 IMB Meikarta Belum Disahkan

Berita
Pemerintah Targetkan 231 Bendungan sampai 2019

Pemerintah Targetkan 231 Bendungan sampai 2019

Berita
Empat Tahun, Penumpang Angkutan Publik Terus Tumbuh

Empat Tahun, Penumpang Angkutan Publik Terus Tumbuh

Berita
Jokowi Klaim 3.432 Kilometer Jalan Terbangun Selama 4 Tahun

Jokowi Klaim 3.432 Kilometer Jalan Terbangun Selama 4 Tahun

Berita

Close Ads X