Bukan Lagi Rumah Subsidi, Pembangunan Proyek Karangploso Tetap Dikebut - Kompas.com

Bukan Lagi Rumah Subsidi, Pembangunan Proyek Karangploso Tetap Dikebut

Kompas.com - 10/10/2018, 13:26 WIB
Tahapan awal proyek rumah subsidi Karangploso Townhouse akan dibangun sekitar 300 unit untuk tipe 36/72, dan mulai tahun depan untuk rumah tipe 56/60 atau dua lantai.Dok PT Mahakarya EAMD Tahapan awal proyek rumah subsidi Karangploso Townhouse akan dibangun sekitar 300 unit untuk tipe 36/72, dan mulai tahun depan untuk rumah tipe 56/60 atau dua lantai.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan proyek rumah subsidi Karangploso Townwnhouse terus dikebut agar siap huni akhir 2019 mendatang. Namun, status perumahan tersebut sudah berubah, bukan lagi rumah subsidi, melainkan rumah sederhana.

Harga semula yang ditawarkan mulai Rp 100 jutaan per unit terkoreksi menjadi Rp 115 juta per unit. Hal tersebut dipaparkan Syakir, Humas Mahakarya Evelyn Almeera Mughnii Development (Mughnii Land) yang merupakan pengembang rumah sederhana tersebut.

Syakir menjelaskan, perubahan tersebut berlaku mulai Oktober 2018 ini. 

"Manajemen memang mengubah konsep, bukan lagi rumah subsidi, tapi rumah sederhana yang harganya jadi Rp 115 juta. Kami kerjasama dengan Bukopin, Mandiri, dan BNI Syariah. akhirnya, oktober ini, kita ubah konsep dgn harga jadi 115 juta. Kurang lebih sudah 304 unit sudah dipesan konsumen," kata Syakir, Rabu (10/10/2018).

Awalnya, menurut Syakir, manajemen Mughnii Land memang menerapkan rumah subsidi seharga Rp 100 per unit. Penerapan rumah subsidi ini dilakukan bekerjasama dengan BTN. Namun, di pertengahan jalan, BTN tidak maksimal memberikan dukungan itu, terutama untuk pengucuran kredit konstruksi, meskipun Mughnii terdaftar resmi sebagai anggota REI dan Apersi Jawa Timur.

"Tapi, tidak masalah, kami tetap lanjutkan, hanya berubah konsep dan harga sedikit. Mereka yang sudah beli atau pesan unit tetap kita lanjutkan, karena mereka kan masih mencicil uang muka. Ada sekitar 100 pembeli di tahap awal," kata Syakir.

Saat ini tahap pembangunan hunian yang dibangun sejak penghujung 2017 lalu itu memasuki pematangan lahan. Tahap ini ditandai dengan proses cut and fill dan sudah mencapai 30 persen dari total luas kawasan.

Mulyani Sri Utami, Presiden Direktur Mughnii Land, menambahkan bahwa secara bertahap pihaknya tetap konsisten membangun. Ada empat klaster sudah siap dilakukan pembangunannya.

"Isinya kurang lebih ada 300 unit rumah," ujar Utami. 

Karangploso Townhouse merupakan kawasan hunian dengan total lahan seluas 11 hektar. Lokasinya berada di Kecamatan Karangploso, Malang, yang berbatasan langsung dengan Kota Batu.

"Secara total nantinya akan sampai sekitar 794 unit rumah dan 29 unit ruko yang akan dibangun," kata pengurus DPD REI Jawa Timur bidang kemitraan dan kerjasama investasi.

Wakil Bendahara REI dan Bendahara APERSI Komisariat Malang ini menambahkan, pada tahapan awal akan dibangun sekitar 300 unit untuk tipe 36/72. Pengembangan selanjutnya akan dilakukan mulai tahun depan untuk rumah tipe 56/60 atau dua lantai.

"Sejak dipasarkan di awal tahun ini, dari 794 unit rumah yang disediakan telah diminati kurang lebih 500 pemesan dengan skema bayar tunai keras, installment, dan KPR. Bahkan, 304 unit sudah dipesan konsumen dengan 221 pembeli di antaranya sudah melakukan proses pilih unit," kata Utami.

Dia bertekad akan segera menyelesaikan proyek ini sesuai target, yakni di akhir 2019 sudah bisa dihuni, terutama untuk tipe 36/72. Harga per unit yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni mulai Rp115 juta dan uang muka mulai dari Rp8,5 juta. Angsurannya mulai Rp 600 per bulan.


EditorLatief

Close Ads X