PGN Jamin Pasokan dan Kemudahan Layanan di Bandarlampung

Kompas.com - 08/10/2018, 15:47 WIB
Saat ini, PGN menguasai lebih dari 70 persen infrastruktur transmisi gas. Rinciannya, pipa transmisi ruas Grissik-Duri, Sumatera yang mencapai 536 km, Grissik-Batam-Singapura sepanjang 470 km, Pipa Transmisi SSWJ sepanjang 1.002 km, serta FSRU Jawa Barat dan FSRU Lampung. DOK PGNSaat ini, PGN menguasai lebih dari 70 persen infrastruktur transmisi gas. Rinciannya, pipa transmisi ruas Grissik-Duri, Sumatera yang mencapai 536 km, Grissik-Batam-Singapura sepanjang 470 km, Pipa Transmisi SSWJ sepanjang 1.002 km, serta FSRU Jawa Barat dan FSRU Lampung.

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Terkait persoalan konsumen gas bumi di Bandarlampung, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. ( PGN) telah melakukan investigasi menyeluruh. Hasilnya, banyak konsumen yang kurang memahami tata cara pelayanan.

Padahal, selama ini calon pengguna gas bumi khususnya dari segmen rumah tangga diberikan kemudahan baik saat registrasi maupun ketika sudah menjadi pelanggan.

Kemudahan tersebut di antaranya, cukup dengan menyetorkan identitas calon pelanggan, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Lewat saluran komunikasi inilah, PGN menginformasikan pelayanan, termasuk total gas yang dikonsumsi hingga jumlah tagihan yang harus dibayar pelanggan.

Kendati demikian, masih banyak pelanggan yang abai terhadap penggunaan nomor telepon terdaftar. Alhasil, informasi pelayanan dan kuota konsumsi yang seharusnya bisa diketahui, malah tak tersampaikan dengan baik.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengungkapkan kendala-kendala seperti kejanggalan kuota konsumsi akibat pipa bocor, misalnya, seharusnya bisa diketahui konsumen secara cepat.

“Dengan begitu, konsumen akan mengetahui mengapa akhirnya kuota konsumsi dan tagihan berbeda. Bisa jadi setelah dua bulan masa penggunaan, tagihan baru diketahui, sehingga harus diproses lebih dulu laporan tersebut, belum lagi kalau ada tunggakan,” terang Rachmat dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (8/10/2018).

Rachmat menuturkan, dengan efisiensi dan kemudahan yang ditawarkan PGN, akan mengubah pola produksi rumah tangga. Saat ini, masyarakat bisa menikmati gas kapan pun dan untuk apa pun.

“Untuk konsumsi air panas saja yang tadinya menggunakan termos, sekarang tinggal nyalakan kompor, ini budaya yang timbul karena kemudahan yang diberikan PGN,” kata Rachmat.

Karena kemudahan inilah, masyarakat memanfaatkan gas PGN tak hanya untuk keperluan rumah tangga, juga untuk usaha rumahan.

“Ada yang bilang tagihan membengkak, tetapi setelah dicek ke lapangan, memang wajar karena digunakan juga untuk usaha kuliner rumahan, karena pasokan gas telah aman,” tambah Rachmat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X