Setelah Bencana, Tata Ruang Kota Palu Akan Diubah

Kompas.com - 03/10/2018, 17:50 WIB
Kerusakan di Dupa Tondo, Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Kawasan pergudangan dan mebel yang terletak di pesisir pantai, luluh lantak diterjang tsunami. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKerusakan di Dupa Tondo, Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Kawasan pergudangan dan mebel yang terletak di pesisir pantai, luluh lantak diterjang tsunami.

"Sebetulnya di RTRW tahun 2011 memang di situ boleh untuk hunian, perkantoran. Tapi dalam tubuh perda sebetulnya sudah disebutkan kawasan rawan gelombang pasang tsunami, cuma tidak dicerminkan dalam petanya," ujar Abdul.

Abdul menambahkan, perda tersebut belum memasukkan rincian kawasan rawan bencana. Perda itu hanya mencantumkan kawasan rawan bencana gelombang pasang atau tsunami, tetapi tidak menjelaskan kawasan rawan gempa.

"Belum ada rinciannya, karena belum diteliti khusus seperti apa bahayanya. Baru tahun ini kami melaksanakan studi khusus, tapi keburu kejadian," ungkap dia.

Kawasan-kawasan rawan tersebut, lanjut Abdul, telah berkembang menjadi wilayah perdagangan dan jasa yang padat dengan aktivitas.

Dengan demikian, nantinya RTRW Kota Palu akan diubah dan direvisi bersamaan dengan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang ( RDTR).

"Mudah-mudahan bisa cepat sama pemerintah daerah yang ditetapkan," jawab Abdul.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X