JAKARTA, KOMPAS.com - Tol Depok-Antasari yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), diyakini akan menjadi salah satu solusi pengurai kemacetan di kedua wilayah tersebut.
Tol ini dirancang sepanjang 21,6 kilometer dan terbagi ke dalam tiga seksi. Seksi I Antasari-Brigif yang telah diresmikan membentang 5,8 kilometer.
Baca juga: Presiden Resmikan Tol Desari
Adapun Seksi II Brigif-Sawangan serentang 6,3 kilometer dan Seksi III Sawangan-Bojonggede sepanjang 9,5 kilometer.
Untuk menggarap jalan bebas hambatan yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, PT Citra Wasphutowa, anak usaha PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, membenamkan investasi yang tidak sedikit.
Kendaraan proyek melintasi proyek Tol Depok-Antasari Seksi I Antasari-Brigif/Cinere, Jakarta, Senin (10/9/2018). Tol sepanjang 5,8 kilometer tersebut siap dioperasikan pada September 2018.Baca juga: 5 Fakta Tol Desari, Dimulai sejak 2006 dan Sempat Roboh
Dari total investasi yang dibenamkan, CMNP mengalokasikan sekitar Rp 3,3 triliun untuk pekerjaan konstruksi. Sementara, sekitar Rp 1,6 triliun sisanya diperuntukkan bagi pembebasan lahan.
Adapun dari ketiga seksi yang dibangun, alokasi anggaran terbesar diperuntukkan bagi konstruksi dan pembebasan lahan Seksi I sebesar Rp 2,9 trilun.
Rinciannya, biaya konstruksi sekitar Rp 1,6 triliun dan pembebasan lahan sekitar Rp 1,3 triliun.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.