Target Rumah MBR Meleset, Pemerintah Akui Ada Kekeliruan Perencanaan

Kompas.com - 24/09/2018, 18:49 WIB
Ilustrasi rumah Kementerian PUPRIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurangnya pasokan rumah terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang disediakan pemerintah, tidak terlepas dari ketidaktepatan dalam perencanaannya.

Hal itu terjadi karena menurut Kepala Seksi Strategi Pembiayaan Kementerian PUPR Tantra Rifai mengatakan, perencanaan penyediaan perumahan didasarkan pada basis data yang diperoleh 2-3 tahun lalu.

Data tersebutlah yang kemudian menjadi patokan pemerintah untuk menyalurkan bantuan subsidi kepada masyarakat.

Baca juga: Pemerintah Berencana Kembangkan Aplikasi Perumahan Serupa Go-Jek

Seperti diketahui, ada beberapa bentuk subsidi perumahan yang dimiliki pemerintah, misalnya fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga (SSB), dan subsidi bantuan uang muka (SBUM).

"Dan ini sangat bias ketika dilakukan pengukuran kinerja pada akhir tahun," ungkap Tantra dalam Housing Talks bertajuk 'Ide dan Inovasi Rumah dalam Era Kekinian' di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (24/9/2018).

Problem lainnya yaitu terbatasnya akses MBR terhadap pembiayaan perumahan dari perbankan. Terutama, kalangan MBR yang berasal dari kelompok non-fixed income.

"Karena kalau dilihat di lapangan, jumlah masyarakat yang bekerja di sektor informal ini sangat banyak dan sangat banyak pula yang belum punya rumah," ungkap Tantra.

Di samping itu, pemerintah daerah juga memiliki wewenang terbatas dalam membantu masyarakatnya untuk memiliki rumah layak huni dan terjangkau.

"Dalam UU terbaru itu dibatasi bagi pemda untuk mengembangkan sistem pembiayaan perumahan. Padahal itu penting untuk mendukung penyediaan rumah terutama untuk MBR," imbuh Tantra.

Baca juga: Aplikasi Digital Perumahan Juga Bakal Berisi Aturan Membangun Rumah

Karena itu, Kementerian PUPR kini tengah mengembangkan aplikasi baru yang mampu memberikan data lebih rinci mengenai kebutuhan rumah layak huni dan terjangkau bagi MBR.

Aplikasi bertajuk Sistem Informasi Pendataan Rumah MBR (Sitamara) itu akan memberikan data secara lengkap.

Mulai dari penghasilan per bulan, kemampuan membayar cicilan, hingga preferensi dalam memiliki rumah, apakah sewa atau milik.

Ke depan, aplikasi tersebut juga dapat memberikan data lebih detail tentang kebutuhan rumah untuk masing-masing daerah. Pada gilirannya, informasi yang dimiliki pemerintah pun lebih akurat.

"Tujuan dari hal ini adalah efektivitas pemberian bantuan. Kalau kami alokasikan 100, berarti harus 100 yang disediakan, baik itu lokasi maupun preferensi huniannya," jelas Tantra.

Selain itu, data pada aplikasi ini juga akan disinkronisasi dengan data penyediaan perumahan untuk memastikan antara kebutuhan dengan pasokan yang tersedia.

"Karena kalau ini bisa sesuai dengan stok, bisa membantu MBR sendiri untuk mendapatkan rumah subsidi ke depannya," tutup dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nongsa D-Town Diresmikan, Ada Pusat Film dan Animasi Ala Hollywood

Nongsa D-Town Diresmikan, Ada Pusat Film dan Animasi Ala Hollywood

Berita
Daliana Suryawinata, Satu-satunya Arsitek Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Architizer A+A Awards

Daliana Suryawinata, Satu-satunya Arsitek Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Architizer A+A Awards

Arsitektur
Saltmine Raup Pendanaan Seri A Senilai Rp 285 Miliar

Saltmine Raup Pendanaan Seri A Senilai Rp 285 Miliar

Perkantoran
Perluas Jangkauan Pasar, ACP Tunjuk Travelio Kelola LRT City Ciracas

Perluas Jangkauan Pasar, ACP Tunjuk Travelio Kelola LRT City Ciracas

Apartemen
Tingkatkan Minat Baca, Lotte Renovasi Tiga Perpustakaan Sekolah di Jakarta

Tingkatkan Minat Baca, Lotte Renovasi Tiga Perpustakaan Sekolah di Jakarta

Fasilitas
Setelah PPN, Pengembang Minta BPHTB Diturunkan Jadi 2,5 Persen

Setelah PPN, Pengembang Minta BPHTB Diturunkan Jadi 2,5 Persen

Berita
Krakatau Bandar Samudera dan KAI Siapkan Infrastruktur Logistik Terintegrasi

Krakatau Bandar Samudera dan KAI Siapkan Infrastruktur Logistik Terintegrasi

Kawasan Terpadu
Pertama Kali dalam Sejarah Beli Rumah Bebas PPN, REI: Harus Dimanfaatkan Konsumen

Pertama Kali dalam Sejarah Beli Rumah Bebas PPN, REI: Harus Dimanfaatkan Konsumen

Berita
Mata Air Hilang akibat Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Ini Tanggapan KCIC

Mata Air Hilang akibat Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Ini Tanggapan KCIC

Berita
Masuki Tahap Akhir, Konstruksi Tol Cengkareng-Kunciran Tuntas Maret 2021

Masuki Tahap Akhir, Konstruksi Tol Cengkareng-Kunciran Tuntas Maret 2021

Berita
Restorative Justice Tata Ruang Diterapkan, Ahli: Berkaitan dengan Pemulihan

Restorative Justice Tata Ruang Diterapkan, Ahli: Berkaitan dengan Pemulihan

Kawasan Terpadu
[POPULER PROPERTI] Lintasan Balap MotoGP The Mandalika Mulai Diaspal

[POPULER PROPERTI] Lintasan Balap MotoGP The Mandalika Mulai Diaspal

Berita
Pemerintah Terapkan Restorative Justice bagi Pelanggar Tata Ruang, Apa Itu?

Pemerintah Terapkan Restorative Justice bagi Pelanggar Tata Ruang, Apa Itu?

Kawasan Terpadu
PPN Rumah Rp 2 Miliar-Rp 5 Miliar Didiskon Pemerintah 50 Persen

PPN Rumah Rp 2 Miliar-Rp 5 Miliar Didiskon Pemerintah 50 Persen

Berita
Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur Insentif Sektor Hotel, Kafe dan Restoran

Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur Insentif Sektor Hotel, Kafe dan Restoran

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X