Terpopuler: Buka Tutup di Tol Jakarta-Cikampek - Kompas.com

Terpopuler: Buka Tutup di Tol Jakarta-Cikampek

Kompas.com - 16/09/2018, 10:30 WIB
Pemasangan steel box girder di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.Dokumentasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk Pemasangan steel box girder di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

JAKARTA, KOMPAS.comBerita terpopuler di kanal properti Kompas.com sepanjang Sabtu (15/9/2018) cukup beragam.

Mulai dari rencana buka tutup Tol Jakarta-Cikampek, rencana penyewaan Wisma Atlet Kemayoran, hingga rencana penyesuaian tarif Tol JORR.

Berikut kabar selengkapnya:

1. Sabtu malam, buka tutup Tol Jakarta-Cikampek berlaku

PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek (Japek) akan memberlakukan sistem buka tutup di Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai Sabtu (15/9/2018) malam.

Pengaturan lalu lintas itu diterapkan karena ada dua pekerjaan konstruksi yang bersifat teknis yang dilakukan dalam waktu hampir bersamaan di lokasi yang berbeda.

Pekerjaan pertama yaitu di Km 25 sampai Km 25+120. Di titik tersebut, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek II (Elevated) mengerjakan erection steel box girder.

Pengerjaan terlebih dahulu dilaksanakan di jalur ke arah Cikampek pada Minggu (16/9/2018) dan untuk ke arah Jakarta pada hari berikutnya, Senin (17/9/2018).

Kedua pekerjaan itu dilaksanakan pada window time, yaitu pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB.

Baca juga: Sabtu Malam, Buka Tutup Tol Jakarta-Cikampek Mulai Berlaku

Para atlet peserta Asian Games 2018 dari berbagai negara tiba di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (15/8/2018). Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) mencatat sudah 1.483 Atlet dari 37 negara peserta yang menghuni Wisma Atlet Kemayoran.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Para atlet peserta Asian Games 2018 dari berbagai negara tiba di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (15/8/2018). Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) mencatat sudah 1.483 Atlet dari 37 negara peserta yang menghuni Wisma Atlet Kemayoran.
2. Nih syarat sewa Wisma Atlet Kemayoran

Wisma Atlet Kemayoran akan disewakan setelah kegiatan Asian Para Games 2018 berakhir. Adapun yang berhak menyewa wisma ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Lantas, apa saja persyaratan untuk menyewa wisma bak apartemen ini?

"Syarat pertama, mereka dipastikan adalah MBR. Jadi MBR kan sudah ditetapkan kita menggunakan UMP (upah minimum provinsi)," kata Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Yusuf Hari Agung di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Menurut Yusuf, masyarakat yang tergolong MBR bisa dari kalangan mana saja, termasuk aparatur sipil negara (ASN) hingga TNI/Polri.

Soal domisili, ia mengatakan, tidak diatur secara spesifik. Misalnya, Wisma Atlet Kemayoran yang berada di Jakarta, tidak hanya diperuntukkan bagi pemohon yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jakarta saja.

"Itu tergantung kebijakan Setneg. Bisa jadi nanti ada ASN yang MBR, rupanya KTP-nya di Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), tapi kerja di Jakarta. Itu tergantung kebijakan pengelolanya," ujarnya.

Baca juga: Tertarik Menyewa Wisma Atlet? Cek Dulu Syaratnya...

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke ruas tol Bintaro Viaduct, Jumat (14/9/2018).KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke ruas tol Bintaro Viaduct, Jumat (14/9/2018).
3. Tarif JORR disesuaikan

Pemberlakuan integrasi tarif Tol JORR kembali menjadi pembahasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan perubahan tarif tol JORR, khususnya untuk kendaraan golongan I dan golongan V.

Tarif yang semula untuk golongan I sebesar Rp 34.000 akan diubah menjadi Rp 15.000, sedangkan golongan V dari yang tadinya Rp 94.500 berubah menjadi Rp 30.000.

Dengan demikian, ada penurunan tarif tol sebesar Rp 19.000 untuk golongan I dan penurunan Rp 64.500 untuk golongan V.

“Konsep integrasi bukan untuk menaikkan tarif, justru menurunkan. Tujuan integrasi itu untuk menurunkan biaya logistik,” ujar Basuki saat berkunjung ke ruas tol Bintaro Viaduct, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Tarif Tol JORR Disesuaikan

Wisma Atlet Kemayoran.KOMPAS.com/Reska K. Nistanto Wisma Atlet Kemayoran.
4. Tarif sewa Wisma Atlet Kemayoran hanya Rp 1,2 jutaan/bulan

Wisma Atlet Kemayoran akan disewakan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penyewaan itu dimulai setelah ajang Asian Para Games 2018 digelar.

Adapun besaran uang sewa nantinya akan diatur oleh Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg), selaku pemilik lahan dan pengelola wisma itu nantinya.

Namun, bila merujuk pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 1 Tahun 2018 tentang Bantuan Pembangunan dan Pengelolaan Rumah Susun, besaran tarif sewa telah diatur.

"Setinggi-tingginya adalah sepertiga dari upah minimum provinsi (UMP)," kata Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Yusuf Hari Agung di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Untuk diketahui, UMP Provinsi DKI mencapai Rp 3.648.035. Itu artinya, maksimum biaya sewa Wisma Atlet yang dibebankan yakni sebesar Rp 1.216.011.

Baca juga: Sewa Tarif Wisma Atlet Kemayoran Hanya Rp 1,2 Juta Per Bulan

Ilustrasi Rumah susun milik (rusunami).TRIBUNNEWS/HERUDIN Ilustrasi Rumah susun milik (rusunami).
5. Rusunami di Karawang dibanderol Rp 170 jutaan

PT PP Urban fokus pada dua proyek rumah susun hak milik ( rusunami) yang sekarang sedang dalam proses pembangunan.

Selain Urban Town Serpong, satu proyek lainnya adalah Urban Town Karawang. Proyek rusunami ini dibangun atas lahan 2,8 hektar.

“Urban Town Karawang luasnya 2,8 hektar, lebih besar dari yang di Serpong. Ada delapan tower yang dibangun, terdiri dari sembilan lantai,” ucap GM Sales and Marketing Realty PT PP Urban Roosita Cindrakasih ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (13/9/2018).

Roosita menjelaskan, ada dua jenis hunian yang ditawarkan, yakni rusunami yang terdiri dari 1.288 unit dan apartemen hak milik (anami) yang dibangun sebanyak 2.350 unit. Secara keseluruhan, terdapat 3.638 unit di proyek yang berlokasi di Desa Sukaluyu, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, itu.

Varian tipenya terdiri dari Studio A 20,30 meter persegi, Studio B seluas 20,03 meter persegi, dan Studio Corner 22,12 meter persegi. Harga yang dipatok masing-masing sekitar Rp 178 juta, Rp 176 juta, dan Rp 196 juta.

Baca juga: Rusunami di Karawang Dibanderol Rp 170 Jutaan


Komentar
Close Ads X