Begini Strategi Pemerintah Genjot Program Sejuta Rumah - Kompas.com

Begini Strategi Pemerintah Genjot Program Sejuta Rumah

Kompas.com - 14/09/2018, 09:30 WIB
Ratusan rumah murah untuk warga penghasilan rendah di Balikpapan mulai ditempati. Meski fasilitas umum, jalanan komplek, dan fasilitas air beraih dari PDAM belum terbangun, warga sudah mulai menghuni komplek.KOMPAS.com/Dani J Ratusan rumah murah untuk warga penghasilan rendah di Balikpapan mulai ditempati. Meski fasilitas umum, jalanan komplek, dan fasilitas air beraih dari PDAM belum terbangun, warga sudah mulai menghuni komplek.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimistis, tahun 2018 capaian sejuta rumah akan melampaui target. 

Hingga awal September 2018, sudah 684.000 unit yang telah terbangun. Dari jumlah tersebut, 70 persen di antaranya merupakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan 30 persen sisanya non-MBR.

Guna mencapai target tahun ini, ada sejumlah strategi yang dilakukan. Pertama, menderegulasi perizinan agar proses penyediaan perumahan di daerah menjadi lebih cepat dan mudah. 

"Kan sudah dikasih kemudahan. Dulu perizinan panjang 300 hari, sekarang jadi empat hari. Sehingga pengembang bisa segera membangun," kata Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Yusuf Hari Agung di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Baca juga: 684.000 Terbangun, Pemerintah Yakin Target Sejuta Rumah Tercapai

Kedua, dari sisi anggaran rumah subsidi, menurut Yusuf, tahun ini juga lebih banyak yang diberikan untuk alokasi rumah MBR.

Anggaran tersebut akan disalurkan melalui program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

"Masyarakat yang membeli rumah MBR itu tidak perlu memikirkan uang mukanya. Karena uang muka sudah disediakan bantuannya oleh pemerintah," cetus Yusuf.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong realisasi target pembangunan rumah oleh sejumlah asosiasi perumahan.

Misalnya, Real Estat Indonesia (REI) berencana membangun 250.000 unit dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia menargetkan pembangunan 150.000 unit rumah.

"Sekarang REI itu baru sekitar 100.000 unit, sedangkan Apersi 50.000 unit," kata dia.



Close Ads X