Disiplin Mengelola Uang, Kunci Sukses Pengembang Bangun Apartemen - Kompas.com

Disiplin Mengelola Uang, Kunci Sukses Pengembang Bangun Apartemen

Kompas.com - 13/09/2018, 16:09 WIB
Pengembang PT MGM Propertindo telah menyelesaikan struktur B Residence Menara Tulip. Tampak Direktur Utama PT MGM Propertindo Lukas Buntoro (tengah) menyekop adukan semen bersama Komisaris Utama Rudy Susanto (kedua dari kanan), Komisaris Baron Respati (kanan), dan Komisaris Ietje Bernadette (kedua dari kiri), Kamis (13/8/2018).

Dokumentasi MGM Propertindo Pengembang PT MGM Propertindo telah menyelesaikan struktur B Residence Menara Tulip. Tampak Direktur Utama PT MGM Propertindo Lukas Buntoro (tengah) menyekop adukan semen bersama Komisaris Utama Rudy Susanto (kedua dari kanan), Komisaris Baron Respati (kanan), dan Komisaris Ietje Bernadette (kedua dari kiri), Kamis (13/8/2018).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Menara Tulip B Residence sudah mencapai tahap tutup atap atau topping off pekan lalu, disusul dua menara lainnya Rose dan Lotus pada awal November 2018 nanti.

Proses konstruksi apartemen yang berlokasi di Edutown BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, ini terhitung cepat.

Bahkan, jika dihitung dengan kalender konstruksi efektif sejak peletakan batu pertama pada April 2017, kurang dari dua tahun. 

Padahal, kondisi ekonomi saat proyek B Residence dilansir pada 2016 kurang begitu baik.

Baca juga: Tersisa 352 Unit, B Residence Diserahterimakan Awal 2019

Kondisi inilah yang menjadi penyebab sejumlah proyek sejenis yang dikembangkan developer lain mangkrak, atau bahkan tak dibangun sama sekali.

Namun, bagi PT MGM Propertindo, perlambatan ekonomi tidak dianggap sebagai kendala. Sebaliknya, komitmen dan janji kepada konsumen merupakan motivasi kuat bagi mereka untuk menyelesaikan pembangunan.

Menurut Direktur Utama PT MGM Propertindo Lukas Buntoro, disiplin mengelola uang adalah kuncinya. 

B ResidenceYoutube B Residence
"Kami memegang komitmen kepada konsumen. Tidak boleh ingkar janji. Karena konsumen, kami terpacu untuk menyelesaikan proyek ini. Konsumen disiplin membayar cicilan, kami juga disiplin mengelola dana. Itu kuncinya," tutur Lukas menjawab Kompas.com, Kamis (13/8/2018).

Karena disiplin dalam mengelola uang itulah, lanjut Lukas, PT MGM Propertindo tidak mengalami kesulitan finansial sama sekali. Meskipun dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan B Residence sekitar Rp 1,1 triliun.

Bahkan, hingga saat ini, Lukas mengklaim pihaknya tidak meminjam satu rupiah pun kepada perbankan.

"Semua fresh money, tidak ada bank loan. Keyakinan kami untuk menyelesaikan pembangunan karena konstruksi pendanaan terbilang kuat," tambah Lukas.

Dengan segala kekuatan tersebut, PT MGM Propertindo tidak harus menunggu ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) untuk menyelesaikan konstruksi B Residence ataupun merilis proyek-proyek baru.

Bahkan, awal November tahun ini mereka berencana mengeluarkan produk apartemen terbaru di kawasan Grogol, Jakarta Barat.

Di kawasan ini, akan dibangun 900 hingga 1.000 unit apartemen dengan sasaran pasar kelas menengah. 

"Kami akan melepas produk ini dengan harga perdana mulai dari Rp 500 jutaan," tuntas Lukas.


Komentar
Close Ads X