Menarik Dibaca: Ruas Tol Baru dan Tabung Silinder Pembatas Jalan - Kompas.com

Menarik Dibaca: Ruas Tol Baru dan Tabung Silinder Pembatas Jalan

Kompas.com - 13/09/2018, 10:00 WIB
Ilustrasi tolKementerian PUPR Ilustrasi tol

JAKARTA, KOMPAS.com - Berita tentang rencana beroperasinya delapan ruas tol baru pada akhir tahun ini dan tahun depan menjadi salah satu artikel menarik di kanal Properti Kompas.com, Rabu (12/9/2018).

Selain itu, kabar tentang rencana mengaplikasikan teknologi pengaman baru pada pembatas jalan berupa tabung silinder yang dapat berputar ketika terjadi tabrakan juga banyak mendapat pehatian pembaca.

Berikut ini daftar berita menarik selengkapnya:

1. Jalan tol baru hingga arus mudik tahun depan 

Tak hanya ruas Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) sepanjang 36,4 kilometer yang dikelola PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), sejumlah ruas tol lain juga akan dibuka sementara hingga beroperasi penuh saat Lebaran 2019.

Berdasarkan catatan Kompas.com, setidaknya ada delapan ruas tol yang ditargetkan beroperasi bertahap hingga akhir tahun ini, yakni Tol Pejagan-Pemalang (37,3 kilometer), Tol Pemalang-Batang (33 kilometer), Tol Batang-Semarang (75 kilometer), Tol Salatiga-Kartasura (32 kilometer).

Kemudian, Tol Sragen-Ngawi (51 kilometer), Tol Wilangan-Kertosono (37,97 kilometer), Tol Pasuruan-Grati (13,9 kilometer), dan Tol Porong-Gempol (6 kilometer). Kedelapan ruas tol ini merupakan bagian dari jaringan ruas Tol Trans Jawa.

Selain itu, ada pula tol yang ditargetkan beroperasi pada tahun depan atau sebelum Juni 2019.

Berita selengkapnya: Catat, Jalan Tol Baru yang Bisa Dilintasi Saat Mudik Tahun Depan

2. Jabar akan aplikasikan tabung silinder pembatas jalan 

Pengaman di Jalan Lapangan Terbang Subang, Malaysia. Pengaman di Jalan Lapangan Terbang Subang, Malaysia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berencana mengaplikasikan teknologi pengaman baru pada pembatas jalan yang lokasinya berada dekat jurang.

Teknologi tersebut berupa tabung silinder yang dapat berputar ketika terjadi tabrakkan, sehingga membuat pengguna kendaraan dapat terhindar dari kecelakaan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berencana menerapkan teknologi tersebut di sejumlah ruas jalan di Jawa Barat.

"Untuk mengurangi kecelakaan di jalan besar antar kota antar provinsi yang berliku dan banyak yang melewati jurang, Pemprov Jabar akan menggunakan teknologi baru pagar pembatas jurang bersilinder putar," tulis pria yang akrab disapa Kang Emil itu lewat akun Instagram pribadinya, @ridwankamil, Selasa (11/9/2018).

Berita selengkapnya: Serupa Malaysia, Jabar Bakal Adopsi Tabung Silinder Pembatas Jalan

3. Tangan dingin Yori Antar ubah taman GBK Senayan 

Arsitek Yori Antar saat ditemui dalam acara Penganugerahan Apresiasi kepada para pendukung keberhasilan Asian Games 2018, di Jakarta, Senin (10/9/2018).KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Arsitek Yori Antar saat ditemui dalam acara Penganugerahan Apresiasi kepada para pendukung keberhasilan Asian Games 2018, di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Renovasi Kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan di Jakarta menjelang Asian Games 2018 melibatkan berbagai pihak, baik institusi maupun perorangan.

Salah seorang yang terlibat yaitu Yori Antar. Arsitek, putra maestro arsitektur Indonesia Han Awal, ini sukses mengubah taman GBK Senayan menjadi fasilitas ramah kalangan berstandar internasional.

Berkat tangan dinginnya, taman GBK Senayan mencuri perhatian, selain tentu saja venue-venue yang memang didedikasikan untuk pertandingan olahraga.

Yori mengaku diminta secara personal oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang bertindak selaku Ketua Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana Asian Games 2018 untuk merenovasi taman di luar stadion menjadi ruang terbuka hijau yang memiliki ciri khas Indonesia.

Berita selengkapnya: Berkat Tangan Dingin Yori Antar, Taman GBK Senayan Mencuri Perhatian

4. Empat calon pencakar langit tertinggi di Indonesia 

Thamrin Nine Complex, Thamrin, Jakarta Pusat.dokumen Putragaya Wahana Thamrin Nine Complex, Thamrin, Jakarta Pusat.

Peningkatan ruang dan bangunan di Indonesia semakin padat. Terbukti dengan banyaknya proyek pencakar langit yang terus bertambah.

Mengutip data dari Council of Building and Urban Habitat, Indonesia akan memiliki 5 bangunan pencakar langit tambahan dengan ketinggian lebih dari 350 meter.

Kelima bangunan ini masih dalam tahap pengusulan, dengan ketinggian menjulang antara 389 meter sampai 638 meter.

Selain itu, saat ini masih ada 8 proyek konstruksi dengan ketinggian lebih dari 250 meter, yang masih dalam tahap pembangunan. 

Berita selengkapnya: 4 Calon Pencakar Langit Tertinggi di Indonesia

5. Tampilan Risha yang dikritik Fahri Hamzah 

Rumah tahan gempa yang dibangun dengan teknologi Risha di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Rumah yang telah dibangun sejak 10 tahun yang lalu ini tetap berdiri kokoh saat gempa bermagnitudo 7 mengguncang wilayah tersebut beberapa waktu lalu.Kementerian PUPR Rumah tahan gempa yang dibangun dengan teknologi Risha di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Rumah yang telah dibangun sejak 10 tahun yang lalu ini tetap berdiri kokoh saat gempa bermagnitudo 7 mengguncang wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik pemerintah yang merehabilitasi Lombok dengan membangun rumah instan sederhana sehat (Risha).

Menurut dia, saat ini ada anggapan bahwa anggaran yang disalurkan pemerintah untuk membangun Risha ditahan sementara waktu karena ada informasi terkait hadirnya pemasok (supplier) dan kontraktor.

"Padahal, keinginan kuat di lapangan, masyarakat ingin membangun rumah sendiri dengan puing-puing yang ada," kata Fahri saat rapat konsultasi tindak lanjut penanganan gempa bumi NTB di Kompleks Parlemen, Senin (10/9/2018).

Berita selengkapnya: Begini Tampilan Risha yang Dikritik Fahri Hamzah



Close Ads X