PP Urban Segera Tutup Atap 2 Proyek Apartemen - Kompas.com

PP Urban Segera Tutup Atap 2 Proyek Apartemen

Kompas.com - 12/09/2018, 21:00 WIB
Jokowi direncanakan meresmikan pembangunan rusunami PP Urban @ Serpong di Tangerang Selatan, Kamis (27/4/2017). Arimbi Ramadhiani/Kompas.com Jokowi direncanakan meresmikan pembangunan rusunami PP Urban @ Serpong di Tangerang Selatan, Kamis (27/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.comPT PP Urban saat ini sedang menggarap dua proyek properti di daerah Serpong, Provinsi Banten, dan Karawang, Jawa Barat.

Keduanya adalah Urban Town Serpong dan Urban Town Karawang. Target yang disasar untuk kedua proyek itu adalah masyarakat golongan kelas menengah-bawah.

Direktur PT PP Urban Budi Suanda mengatakan, perkembangan kedua proyek tersebut sudah mencapai tahap tutup atap atau topping off.

Baca juga: PP Urban Jual Apartemen Rp 9 Juta Per Meter Persegi

“Progres proyek Urban Town Serpong akan topping off 24 lantai bulan ini, sedangkan Urban Karawang akan dilakukan awal bulan depan. Segmennya low dan middle low ,” ujar Budi saat ditemui dalam suatu diskusi, di Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Budi menuturkan, Urban Town Serpong dirancang sebanyak 400 unit. Hingga saat ini, sudah 160 unit terjual selama dua bulan dipasarkan.

Sementara itu, untuk apartemen Urban Town Karawang, dari 300 unit yang dipasarkan, baru 50 unit terserap pasar.

Selain keduanya, ada satu proyek apartemen lagi yang dikerjakan oleh PP Urban, yakni Urban Town Sudimara.

Pengerjaan proyek tersebut, saat ini masih dalam tahap rancangan dan menurut rencana pembangunan dimulai pada Februari 2019.

Cicilan naik

Saat ditanya mengenai pelemahan nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS, dia mengakui pengaruhnya cukup signifikan yakni dalam pengerjaan proyek yang sedang dibangun.

Salah satunya pada harga kebutuhan material bangunan dan peralatan yang digunakan untuk konstruksi.

Budi berharap peningkatan harga material dan peralatan konstruksi tidak berdampak pada kenaikan angsuran konsumen.

“Kalau harga saya yakin ada, terutama pekerjaan equipment, kursnya terasa. Rate-nya berpotensi naik, akhirnya kredit rumah juga bisa naik. Itu yang kami khawatirkan,” tuntas Budi.



Close Ads X