Bintaro Jaya Pastikan Tarif Sewa Kondominiumnya Naik 10 Persen - Kompas.com

Bintaro Jaya Pastikan Tarif Sewa Kondominiumnya Naik 10 Persen

Kompas.com - 12/09/2018, 13:37 WIB
Dari 642 unit yang dibangun, seluruh unit Altiz Tower sudah terjual habis. Dari jumlah itu, 90 persen sudah dihuni oleh eksekutif domestik maupun ekspatriat asing. Dok Bintaro Jaya Dari 642 unit yang dibangun, seluruh unit Altiz Tower sudah terjual habis. Dari jumlah itu, 90 persen sudah dihuni oleh eksekutif domestik maupun ekspatriat asing.

SERPONG, KOMPAS.com - Manajer Pemasaran Bintaro Plaza Residences (BPR) Dimas Prasasto memastikan Bintaro Jaya akan memegang komitmen untuk janji serah terima secara tepat waktu. Komitmen itu terkonfirmasi terkait serah terima tower pertama Altiz di proyek kondominium BPR yang maju empat bulan lebih cepat.

"Jadwalnya kan Desember 2015, tapi realisasinya di Agustus 2015. Bahkan, legalitas sertifikat hak milik atas satuan rumah susunnya sudah terbit," kata Dimas, Rabu (12/9/2018).

Dari 642 unit yang dibangun, seluruh unit Altiz Tower sudah terjual habis. Dari jumlah itu, 90 persen sudah dihuni oleh eksekutif domestik maupun ekspatriat asing.

"Ini yang bikin tarif sewa atau rental rate di Altiz tahun ini mencapai 10 persen per tahun," ujar Dimas.

Mengikuti keberhasilan penjualan tower pertama, menurut Dimas, pada tower kedua BPR Breeze Tower saat ini juga sudah terjual hingga 81persen dari total 930 unit yang ada. Untuk mempercepat capaian itu, tutur Dimas, di akhir masa penjualan ini BPR mulai memainkan daya tarik promosi, seperti kemudahan cara bayar, cashback hingga Rp75 juta, sampai diskon harga hingga Rp300 juta.

"Sebetulnya, dengan harga mulai Rp 500 jutaan, konsumen sudah bisa merasakan manfaat berinvestasi di kondominium, yakni pada awal 2019 saat serah terima bertahap dimulai," kata Dimas.

Dimas menambahkan, terkait pembelian hunian kondominium, konsumen harus mencek ulang reputasi pengembang. Selain itu, informasi mengenai sarana dan fasilitas transportasi, serta progres konstruksi juga harus jelas.

Sistem angkutan publik yang terintegrasi kawasan proyek BPR misalnya, tutur dia, dikembangkan agar dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di daerah tersebut, termasuk penyediaan jalur sepeda sepanjang 10 km dan sistem shuttle bus in-Trans untuk yang membuat nyaman akses ke berbagai fasilitas utama.

"Juga, hal yang tak kalah pentingnya adalah dua stasiun kereta komuter (Pondok Ranji dan Jurangmangu) serta feeder bus yang terhubung dengan sistem angkutan dalam kota Jakarta," kata Dimas.

Tahun lalu, Dimas mencatat, beroperasinya RS Pondok Indah, selain meningkatkan pertumbuhan harga lahan, juga turut melengkapi fasilitas publik Bintaro Jaya. Ke depan Bintaro Jaya juga akan dilalui akses baru, yaitu tol rute Kunciran- Serpong, yang merupakan bagian dari tol JORR 2. Tol sepanjang 11,2 KM ini menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan direncanakan beroperasi akhir tahun 2018.

Untuk itu, menurut Dimas, membeli hunian untuk investasi pun merupakan keputusan besar. Terlalu lama menunda akibat himpitan uang, lanjut Dimas, justru malah bisa menyulitkan si investor.

"Pertama, selain harganya jadi tambah mahal, lokasi huniannya juga makin menjauh dari pusat kota. Terlalu terburu-buru juga tidak baik, untuk itu pertimbangkan masak-masak soal lokasi dan harga dan sebanyak mungkin terkait rekam jejak pengembang hunian yang Anda incar  supaya menghindari terjadinya wanprestasi," ujar Dimas.


EditorLatief

Close Ads X