Pembangunan Properti di Selandia Baru Meningkat

Kompas.com - 11/09/2018, 23:30 WIB
Ilustrasi properti www.shutterstock.comIlustrasi properti

KOMPAS.com – Data statistik Selandia Baru menunjukkan, jumlah total pembangunan perumahan dan non-perumahan di Selandia Baru meningkat 0,8 persen pada kuartal kedua tahun 2018.

Peningkatan ini memperlihatkan pemulihan setelah terjadi penurunan dalam tiga bulan pertama tahun ini.

"Kegiatan pembangunan perumahan dan non-perumahan meningkat pada kuartal terakhir. Kondisinya membaik setelah terjadi angka penurunan hingga Maret 2018," kata manajer statistik konstruksi, Melissa McKenzie, seperti diwartakan Property Wire.

Baca juga: Kini, Ethiopia Sudah seperti China di Afrika

Dia menambahkan, aktivitas konstruksi secara triwulanan telah meningkat ke level yang sama selama dua tahun terakhir. Angka itu lebih tinggi dari sebelumnya yang pernah terjadi pada kuartal kedua 2005.

Mengenai nilai dan harganya, pembangunan itu meningkat 1,8 persen dari kuartal sebelumnya. Pertumbuhan nilai itu didominasi oleh pembangunan non-perumahan pada proyek-proyek besar, misalnya pertokoan, restoran, bar, hotel, dan sekolah.

Kenaikan jumlah aktivitas non-konstruksi juga dialami di wilayah Pulau Utara lainnya, termasuk untuk bangunan non-perumahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peningkatan ini untuk mengimbangi penurunan angka pembangunan di Canterbury. Aktivitas konstruksi di wilayah tersebut dilaporkan terus menurun pasca-gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, hasil survei terbaru dari Barfoot and Thompson, perusahaan real estat di Selandia Baru, menunjukkan bahwa pasar perumahan di Auckland terlihat semakin pulih.

Pemulihan itu antara lain dipengaruhi oleh harga penjualan rumah yang rata-rata meningkat dari tahun ke tahun, termasuk pada Agustus lalu.

Meskipun demikian, Managing Director Barfoot and Thompson, Peter Thompson, mengatakan bahwa kenaikan harga itu belum tentu memicu pertumbuhan penjualan.

"Kenaikan harga itu menunjukkan kepercayaan konsumen kembali pulih sehingga angka pembelian akan meningkat," ucap Peter.

Angka penjualan masih menurun sebesar 4,2 persen pada Juli lalu. Namun, daftar harga terbaru memperlihatkan kenaikan 25 persen dari bulan sebelumnya dan 5,6 persen lebih tinggi dari bulan yang sama pada tahun lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X