KOMPAS.com - Pengunjung yang datang ke Lasipalatsi Square di Kota Helsinki akan menemukan sesuatu yang berbeda, yakni lima buah kubah semen dengan jendela di sisinya.
Kelima kubah tersebut bukanlah sebuah monumen, namun atap museum Amos Rex. Museum yang dibuka pada 30 Agustus 2018 ini merupakan tempat bagi karya seni kontemporer.
Pada awal pembukaannya, museum ini memajang karya instalasi para seniman Jepang.
Museum seluas 2.183 meter persegi ini dirancang oleh firma arsitektur asal Helsinki, JKMM. Pembangunannya menghabiskan dana sebesar 57 juta dollar AS.
Desain ruangan museum berbentuk layaknya labirin, tanpa satu pun pilar.
Atap museum dengan jendela besar yang berfungsi menyediakan pencahayaan alami di dalam museum. Tim konstruksi juga harus menggali hingga 13.000 meter kubik batu dari dalam lahan yang akan digunakan.
Proyek ini dimulai sejak tahun 2013 saat Amos Aderson Art Museum mencari lokasi baru untuk menempatkan koleksinya.
Selama beberapa dekade, museum ini menempati ruang perkantoran yang dianggap kurang untuk menampilkan karya seni.
Pengelola museum awalnya akan menjadikan bekas bioskop di Helsinki sebagai tempa barunya. Namun tempat ini terlalu kecil untuk menampung pengunjung.
Kemudian, Asmo Jaaksi, pimpinan arsitek JKMM memiliki ide menarik untuk membuat museum yang berada enam meter di bawah tanah. Lokasinya berekatan dengan tempat bekas bioskop yang awalnya ingin digunakan.
Ruangan di dalam museum. Sinar matahari masuk ke dalam melalui jendea besar pada atap. Dia menambahkan, ide membangun ruangan museum di bawah tanah memang satu-satunya pilihan. Meski tempatnya tidak lazim, namun museum ini tetap mendapatkan cahaya matahari alami.
"Tantangan terbesarnya adalah bagaimana membuat museum ini terlihat," ucap Jaaksi.
Para arsitek kemudian merancang bangunan kubah sebagai atap museum. Kubah semen ini menjadi penanda bagi pengunjung dan warga sekitar akan keberadaan tempat ini.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.