Nasib Wisma Atlet Kemayoran Ditentukan Setelah Paragames 2018

Kompas.com - 30/08/2018, 11:07 WIB
Wisma Atlet Kemayoran. KOMPAS.com/Reska K. NistantoWisma Atlet Kemayoran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wisma Atlet Kemayoran menjadi salah satu fasilitas pendukung yang dibangun pemerintah untuk Asian Games 2018.

Sesuai peruntukkannya, Wisma Atlet kini digunakan sebagai tempat tinggal sementara para atlet selama mengikuti kegiatan olahraga antar bangsa Asia itu.

Tak hanya untuk Asian Games, Wisma Atlet Kemayoran juga akan dimanfaatkan sebagai tempat tinggal sementara bagi para atlet yang akan bertanding pada ajang Paragames 2018.

Baca juga: Kualitas Wisma Atlet Jakabaring Sekelas Hotel Bintang Tiga

Nah, selepas kedua perhelatan olah raga ini, publik menantikan apakah unit-unit Wisma Atket ini akan dilepas ke pasar menjadi rumah susun hak milik (rusunami) komersial atau hanya sebagai rumah susun sewa (rusunawa).

Menurut Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus banyak pihak antusias dengan keberadaan Wisma Atlet ini. Selain lokasinya strategis di tengah kota, juga potensial ditingkatkan fungsinya menjadi percontohan transit oriented development (TOD).

"Pemerintah tinggal melakukan tambahan infrastruktur transportasi apakah dibangun halte Trans Jakarta, terminal bus umum atau lainnya. Jika itu dilakukan, inilah sebenar-benarnya konsep TOD. Yang lain kan masih wacana dan belum jadi," tutur Anton menjawab Kompas.com, Rabu (29/8/2018).

Jika nanti wisma atlet ini dikembangkan sebagai TOD dan dilepas secara komersial kepada publik, Anton menghitung harga jual ideal yang bisa diakomodasi pasar menengah adalah Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per meter persegi.

Namun, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menekankan, sesuai rencana wisma yang terdiri atas sepuluh menara ini akan dialihfungsikan sebagai rusunawa bagi masyarakat yang membutuhkan setelah seluruh kegiatan olahraga berakhir.

"Kalau sesuai peruntukkan awal adalah rusunawa. Disewakan, tidak dilepaskan," kata Khalawi.

Meski demikian, keputusan akhir soal peruntukkan ini berada di tangan Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran Kementerian Sekretariat Negara.

Kalau pun akan dialihfungsikan sebagai rumah susun sederhana milik (rusunami), maka perlu adanya perubahan Instruksi Presiden (Inpres).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X