MACAN, Tempat Terbaik Dunia versi Majalah TIME - Kompas.com

MACAN, Tempat Terbaik Dunia versi Majalah TIME

Kompas.com - 24/08/2018, 20:30 WIB
The Spirits of The Pumpkins Descended Into The Heaven dalam pameran seni Yayoi Kusama: Life Is The Heart of A Rainbow pada 12 Mei-9 September 2018 di Museum MACAN, Jakarta, Rabu (9/5/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH The Spirits of The Pumpkins Descended Into The Heaven dalam pameran seni Yayoi Kusama: Life Is The Heart of A Rainbow pada 12 Mei-9 September 2018 di Museum MACAN, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

KOMPAS.com - Kabar gembira datang dari Musem of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN).

Museum ini terpilih menjadi salah satu 'Tempat Terbaik Dunia 2018' atau 'World's Greatest Places 2018' versi Majalah TIME.

Penghargaan ini terdiri dari beberapa kategori, seperti kategori Tempat Terbaik untuk Dikunjungi, Tempat Terbaik untuk Menginap, serta Tempat Terbaik untuk Makan dan Minum.

Dari beberapa kategori tersebut, Museum MACAN masuk ke dalam kategori Tempat Terbaik untuk Dikunjungi dari berbagai tempat di enam benua dan 48 negara.

Prestasi ini merupakan pencapaian berharga, sebab Museum MACAN bersanding dengan banyak tempat ikonik lain di berbagai belahan dunia, seperti Underwater Museum of Art di Florida, Golden Bridge atau Jembatan 'Tangan Tuhan' di Vietnam, dan Louvre Abu Dhabi.

Museum MACAN terpilih menjadi salah satu Tempat Terbaik Dunia 2018 versi Majalah TIME.TIME Museum MACAN terpilih menjadi salah satu Tempat Terbaik Dunia 2018 versi Majalah TIME.

Daftar ini dipilih oleh editor, koresponden, serta puluhan ahli industri.

Kemudian, setiap juri menilai kelayakan tempat tersebut berdasarkan standar yang sudah diteteapkan.

Penilaian juga memerhatikan faktor kualitas, orisinalitas ide, keberlanjutan, dan pengaruh tempat tersebut.

Tentu saja kabar ini menggembirakan, sebab para seniman kontemporer di Indonesia kini memiliki tempat khusus untuk memamerkan karya mereka.

Bahkan seniman kontemporer luar juga memajang karyanya di museum ini.

Sebut saja Yayoi Kusama, seniman asal Jepang yang identik dengan penggunaan polkadot, jaring, serta labu.

Karyanya sukses menarik perhatian banyak orang. Kini Museum MACAN menjadi perbincangan hangat di media sosial. Tak hanya pemerhati seni semata, namun juga orang awam. Mereka ikut terhibur dengan karya seni yang disajikan.

Tak hanya menampilkan karya seniman asal Jepang ini saja, Museum MACAN juga menjadi rumah bagi seniman modern kontemporer lainnya, seperti seniman asal China, Ai Weiwei.

Instalasi Kotak Utak-Atik karya Gatot Indrajati di Museum MACAN, JakartaKOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Instalasi Kotak Utak-Atik karya Gatot Indrajati di Museum MACAN, Jakarta
Beberapa seniman lokal juga pernah unjuk bakat di tempat ini, seperti Tisna Sanjaya serta seniman kayu Gatot Indrajati.

Bahkan museum ini juga pernah menampilkan karya seniman Indonesia yang belum pernah dipamerkan secara publik, termasuk karya Sudjana Kerton, Miguel Covarrubias, Trubus Sudarsono, dan Nashar.

Tak hanya sebagai ruang eksibisi semata, musem ini juga memberikan edukasi kepada para pendidik, khususnya di bidang seni.

Museum ini didirikan oleh Haryanto Adikoesoemo, seorang kolektor dan juga pengusaha. Dibuka pada bulan November 2017, museum ini memiliki total luas 4.000 meter persegi.

Tempat ini dilengkapi memiliki beberapa fasilitas penunjang diantaranya ruang galeri seluas 2.000 meter persegi, taman patung indoor seluas 500 meter persegi, dan sebagian menjadi area khusus.


Komentar
Close Ads X