Cicilan KPR Masyarakat Lombok Dihentikan Sementara

Kompas.com - 23/08/2018, 21:30 WIB
Salah satu tenda pengungsian korban gempa di Gunung Sari, Lombok. Foto diambil pada Senin (20/8/2018).  KOMPAS.com/JESSI CARINA Salah satu tenda pengungsian korban gempa di Gunung Sari, Lombok. Foto diambil pada Senin (20/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Lombok yang memiliki cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) akan mendapat keringanan berupa moratorium pembayaran cicilan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memutuskan langkah tersebut dalam waktu dekat sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada masyarakat yang sedang terkena musibah.

"Karena terjadi gempa, semua orang yang mencicil rumah di Pulau Lombok tidak perlu membayar cicilan dulu," kata Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti di kantornya, Kamis (23/8/2018).

Baca juga: Jauh dari Target, Program Satu Juta Rumah Baru 582.638 Unit

Kendati demikian, ia mengaku, belum mengetahui sampai kapan moratorium tersebut akan diterapkan.

Hanya, ia menambahkan, moratorium tersebut dipastikan akan memengaruhi tenor cicilan. Sebab, ada pergeseran waktu pembayaran lantaran kebijakan penghentian sementara ini.

"Karena dihentikan cicilannya, tentu harus ditinjau kembali dan juga nanti harus dilihat kerusakannya seperti apa," ujarnya.

Untuk diketahui, kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi yang mengguncang Lombok dan sekitarnya pada 5 Agustus lalu terhitung besar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, tak kurang dari 71.962 unit rumah rusak dengan klasifikasi 32.016 unit rusak berat, 3.173 unit rusak sedang, dan 36.773 rusak ringan.

Selain itu, kerusakan fisik lainnya seperti 671 unit fasilitas pendidikan rusak, terdiri atas 124 PAUD, 341 SD, 95 SMP, 55 SMA, 50 SMK, dan 6 SLB.

"Juga terdapat kerusakan 52 unit fasilitas kesehatan (1 RS, 11 puskesmas, 35 pustu, 4 polindes, 1 gedung farmasi), 128 unit fasilitas peribadatan (115 masjid, 10 pura, 3 pelinggih), 20 unit perkantoran, 6 unit jembatan, dan jalan-jalan rusak dan ambles akibat gempa," papar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Rabu (15/8/2018).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X