Bergaya Jepang, Rumah Ini Didesain Tahan Gempa

Kompas.com - 21/08/2018, 15:00 WIB
Desain rumah beratap runcing dan tahan gempa. Dezeen.comDesain rumah beratap runcing dan tahan gempa.

KOMPAS.com – Tim Apollo Architects and Associates merancang rumah beton di Tokyo, Jepang, yang memiliki atap kayu runcing di bagian puncaknya.

Rumah yang terdiri dari tiga lantai itu terletak di Shinjuku, daerah yang dianggap cukup tenang untuk menghabiskan sisa hari tua di Tokyo.

Desain rumah beratap runcing dan tahan gempa.Dezeen.com Desain rumah beratap runcing dan tahan gempa.
Tim itu menghadapi tantangan untuk membuat desain yang tidak hanya harus sesuai dengan budaya lokal, tetapi juga memiliki daya tahan terhadap gempa bumi.

Seperti diketahui, Jepang merupakan salah satu negara yang dikenal rawan gempa bumi sejak tahun 2011.

Hasil rancangan tim Apollo itu berupa struktur bangunan berbentuk kubus yang memiliki dinding beton bertulang tebal dan atap berbingkai kayu dan tampak lebih tradisional.

Desain rumah beratap runcing dan tahan gempa.Dezeen.com Desain rumah beratap runcing dan tahan gempa.
"Penampilan kotak beton yang berada di atasnya dengan atap menyerupai topi runcing terlihat menarik perhatian orang yang lewat," kata pemimpin tim, Satoshi Kurosaki, sebagaimana dipublikasikan Dezeen.com.

Rumah dengan desain tahan gempa.Dezeen.com Rumah dengan desain tahan gempa.
Penghuni rumah ini adalah pasangan suami istri yang usianya sudah 50-an tahun.

Mereka menempati rumah itu sebagai pengganti rumah lama milik keluarga.

Ruang keluarga terletak di lantai paling atas, dibingkai dengan balok kayu miring yang menjadi bagian dari struktur atap.

Tim Apollo telah membuat desain seperti ini di beberapa proyek propertinya, termasuk pada rumah yang diilhami dari suatu perahu besar dan rumah hasil karya arsitek Finlandia, Alvar Aalto.

Dari titik ini, penghuni rumah bisa melihat ke halaman bawah melalui jendela besar berbentuk segitiga sebagai akses masuknya udara terbuka ke rumah.

"Orang merasakan gaya sentripetal yang berbeda di ruang kecil yang mirip loteng berhalaman, yang juga mengingatkan pada yurt, tempat tinggal kaum nomaden Mongolia," ujar Kurosaki.

Dia menambahkan, seluruh atap diterangi oleh cahaya dari lingkungan sekitarnya dan menciptakan rasa aman meski di ruang kecil sehingga seolah-olah berada di bawah pohon besar.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Dezeen.com
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X