Kompas.com - 16/08/2018, 23:46 WIB
Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Dokumentasi PT Jasa Marga (Persero) TbkPembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Keberadaan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) diharapkan bisa memberikan manfaat bagi transportasi dan mobilitas masyarakat di wilayah Kalimantan Timur.

Manfaat itu terutama dalam hal jarak dan waktu tempuh perjalanan, serta menyangkut perekonomian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) STH Saragi menuturkan jalan nasional antara Kota Balikpapan dan Samarinda terbentang sepanjang 150 kilometer.

Baca juga: Ini Sejumlah Kendala Pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda

Dengan adanya tol ini, nantinya jarak itu bisa dikurangi menjadi sekitar 100 kilometer.

“Tol ini diharapkan bisa menunjang sarana dan prasarana transportasi di sini. Jalan nasional dari Balikpapan ke Samarinda itu sekitar 150 kilometer. Kalau lewat jalan tol ini jadinya hanya 100 kilometer,” ucap STH Saragi, di Balikpapan, Kamis (16/8/2018).

Selain itu, waktu perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda atau sebaliknya biasanya ditempuh antara tiga sampai empat dengan kecepatan kendaraan 80 hingga 100 kilometer per jam.

Jika tol itu sudah selesai, waktu tempuh itu bakal lebih singkat menjadi hanya sekitar satu jam dengan kecepatan kendaraan yang sama.

Baca juga: Akhir 2018, Konstruksi Tol Balikpapan-Samarinda Rampung

Manfaat lain dari kehadiran Tol Balsam ini berhubungan dengan kegiatan perekonomian, khususnya bagi kendaraan angkutan barang.

Seperti diketahui, Kalimantan Timur merupakan wilayah yang kaya dengan hasil tambang dan hutan.

Kendaraan yang mengangkut hasil alam tersebut selama ini hilir mudik melewati jalan nasional menuju ke Samarinda dan kota lainnya di Kalimantan.

“Tol ini juga memangkas ongkos industri buat sarana angkutan, di luar dari soal waktu dan jarak tadi. Jadi tol ini bisa menunjang itu semua,” imbuh Saragi.

Sebagai informasi, Tol Balikpapan-Samarinda dirancang sepanjang 99,35 kilometer. Pembangunan tol ini dibagi menjadi lima seksi.

Seksi 1 mulai dari Km 13 sampai Samboja sepanjang 22 kilometer, Seksi 2 dari Samboja ke Muara Jawa sepanjang 30 kilometer, dan Seksi 3 dari Muara Jawa ke Palaran sepanjang 17 kilometer.

Selanjutnya, Seksi 4 dari Palaran ke Mahkota juga sepanjang 17 kilometer, dan Seksi 5 dari Km 1 ke Sepinggan sepanjang 11 kilometer.

Pembangunannya saat ini terus dikebut agar bisa selesai sesuai target pada akhir 2018, dan beroperasi penih pada April 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.