4 Spekulasi Penyebab Ambruknya Jembatan di Italia

Kompas.com - 16/08/2018, 17:00 WIB
Kondisi Jembatan Morandi di Kota Genoa, Italia, yang ambruk pada Selasa (14/8/2018). Kantor berita ANSA menyebut sedikitnya 39 orang tewas akibat ambruknya salah satu seksi jembatan sepanjang 1.100 meter itu setelah hujan lebat yang mengguyur Selasa siang, waktu setempat.AFP PHOTO/PIERO CRUCIATTI Kondisi Jembatan Morandi di Kota Genoa, Italia, yang ambruk pada Selasa (14/8/2018). Kantor berita ANSA menyebut sedikitnya 39 orang tewas akibat ambruknya salah satu seksi jembatan sepanjang 1.100 meter itu setelah hujan lebat yang mengguyur Selasa siang, waktu setempat.

KOMPAS.com - Sebagian jembatan Morandi yang melintas di atas jalan raya A10 di Genoa, Italia, ambruk pada Selasa (14/8/2018).

Bagian yang ambruk dari jembatan itu sepanjang 100 meter. Akibatnya 39 orang meninggal dalam kejadian ini.

Jembatan yang juga dikenal dengan nama Viaduk Polcevera ini, memiliki nama resmi yang diambil dari nama perancangnya Riccardo Morandi.

Melintang sepanjang 1.000 meter, jembatan ini menjadi jembatan kabel pertama yang dibangun di Eropa.

Berkaca pada kejadian ini, berbagai spekulasi pun muncul. Bahkan banyak yang menduga tragedi runtuhnya jembatan akibat dari kesalahan struktur pada saat pembangunan.

Kesalahan konstruksi

Kesalahan konstruksi dan desain dinilai menjadi penyebab terbesar ambruknya jembatan Morandi. Anggapan ini dibenarkan dengan pendapat dari mantan presiden dari Institution of Structural Engineers, Ian Firth, yang mengatakan bahwa jembatan ini memiliki struktur yang tidak biasa.

Jembatan ini dibuat dari beton pratekan (prategang). Beton pratekan dikompres sebelum dimasukkan untuk digunakan sebagai struktur bangunan. Cara ini mulai digunakan tahun 1950-an.

Antonio Brencich, seorang ahli struktur yang juga mengajar di Genoa University spernah menulis bahwa Ricardo Morandi telah salah menghitung umur beton bertulang. Dia mengatakan, Morandi memiliki kekurangan dalam perhitungan praktis.

Selain itu, konstruksi jembatan sendiri juga dinilai ganjil. Menurut ahli konstruksi jembatan yang juga pengajar di University of Surrey, Stergios Mitoulis, jembatan ini hanya menggunakan empat buah tendon yang menopang berat dek jembatan di setiap bagian.

Sedangkan jembatan modern serupa memiliki jumlah tendon 10 kali lebih banyak. Tendon jembatan ini terbuat dari beton bertulang, yang menggunakan baja. Material ini mudah berkarat dan rentan melemah seiring waktu.

Kondisi Jembatan Morandi di Kota Genoa, Italia, yang ambruk pada Selasa (14/8/2018). Kantor berita ANSA menyebut sedikitnya 35 orang tewas akibat ambruknya salah satu seksi jembatan sepanjang 1.100 meter itu setelah hujan lebat yang mengguyur Selasa siang, waktu setempat.AFP PHOTO/ANDREA LEONI Kondisi Jembatan Morandi di Kota Genoa, Italia, yang ambruk pada Selasa (14/8/2018). Kantor berita ANSA menyebut sedikitnya 35 orang tewas akibat ambruknya salah satu seksi jembatan sepanjang 1.100 meter itu setelah hujan lebat yang mengguyur Selasa siang, waktu setempat.

Faktor lingkungan

Jembatan yang mulai dibangun pada tahun 1962 ini memerlukan waktu enam tahun dalam pembangunan, dan ambruk di usianya yang baru menginjak 50 tahun. Padahal, normalnya, struktur jembatan dibangun agar tahan selama kurang lebih 100 tahun.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X