Terpopuler: Sulitnya Cari Rumah Murah dan Rusun yang Dicoret

Kompas.com - 10/08/2018, 09:08 WIB
Contoh rumah tapak di Callista Vista Residences di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Contoh rumah tapak di Callista Vista Residences di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Melambungnya harga rumah di Jakarta membuat masyarakat mengalami kesulitan mencari rumah dengan harga terjangkau.

Tingginya harga tanah berpengaruh signifikan terhadap banderol harga rumah. Informasi mengenai mahalnya harga rumah di Jakarta ini menjadi berita terpopuler di kanal Properti Kompas.com, Kamis (9/8/2018).

Berikut ini daftar berita populer selengkapnya: 

1. Sulitnya cari rumah Rp 500 jutaan di Jaksel

Meroketnya harga rumah di Jakarta membuat masyarakat mengalami kesulitan mencari rumah dengan harga terjangkau sesuai kantong.

Tingginya harga tanah berpengaruh signifikan terhadap banderol harga rumah. Tak mengherankan rumah tapak yang dipasarkan tidak ada yang dibanderol Rp 500 jutaan.

Rata-rata sudah menyentuh angka lebih dari Rp 1 miliar per unit. Bahkan, di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang notabene di luar pusat kota, sulit menemukan rumah dengan harga ratusan juta rupiah.

Berita selengkapnya: Sulitnya Mencari Rumah Seharga Rp 500 Jutaan di Jakarta Selatan

2. Jembatan penghubung dua negara di NTT nyaris ambruk

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis meninjau jembatan Maiskolan di Kecamatan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Kondisi jalan yang menghubungkan Kabupaten TTS dengan Kabupaten Malaka dan Timor Leste, serta sejumlah obyek wisata menarik di Pantai Selatan Pulau Timor tersebut nyaris ambruk.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis meninjau jembatan Maiskolan di Kecamatan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (8/8/2018).Sigiranus Marutho Bere/Kompas.com Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis meninjau jembatan Maiskolan di Kecamatan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (8/8/2018).

"Saya sudah lihat ini, dan ini sangat membahayakan kendaraan jika melintas di atas jembatan ini. Padahal rusaknya sudah dari tahun 2015 lalu," kata Fary kepada Kompas.com, Rabu (8/8/2018).

Halaman:



Close Ads X