Buka Daerah Terisolasi, TNI Bangun Jalan di Pedalaman Landak - Kompas.com

Buka Daerah Terisolasi, TNI Bangun Jalan di Pedalaman Landak

Kompas.com - 09/08/2018, 18:48 WIB
Jalan yang dibangun dalam program TMMD ke 102 yang dilaksanakan Kodim 1201/Mempawah di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak (8/8/2018)Dok. Pemkab Landak Jalan yang dibangun dalam program TMMD ke 102 yang dilaksanakan Kodim 1201/Mempawah di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak (8/8/2018)

LANDAK, KOMPAS.com - TNI bersama Pemerintah Kabupaten Landak membangun jalan sebagai perwujudan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak.

Jalan yang dibangun tersebut sepanjang 7,3 kilometer dengan lebar 6 meter yang menghubungkan Desa Sempatung ke ibu kota kecamatan di desa Serimbu.

Program TMMD di wilayah Kodam XII Tanjungpura ini dilaksanakan oleh personel Kodim 1201/Mempawah.

Desa Sempatung selama ini dikenal sebagai daerah paling terpencil yang ada di Kabupaten Landak.

Sebelum adanya pembukaan badan jalan menuju desa tersebut, waktu tempuh dari Ngabang, sebagai ibu kota Kabupaten Landak, 13 jam dengan melewati jalan setapak dan perbukitan.

Jalan yang dibangun dalam program TMMD ke 102 yang dilaksanakan Kodim 1201/Mempawah di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak (8/8/2018)Dok. Pemkab Landak Jalan yang dibangun dalam program TMMD ke 102 yang dilaksanakan Kodim 1201/Mempawah di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak (8/8/2018)
Untuk diketahui, sejak tahun 2013, Pemkab Landak sudah membuka lajur jalan yang diharapkan membuka askes daerah terisolir itu.

Sejak saat itu pula, setiap tahunnya, Pemkab Landak berusaha untuk membuka badan jalan, untuk mempersingkat rentang waktu masyarakat menuju ke Ngabang, atau ke Entikong Kabupaten Sanggau dan Bengkayang, sebagai daerah terdekat disana.

Meski demikian, proses pembangunan infrastruktur dasar cukup sulit dilakukan karena medan yang berat.

Karena untuk mencapai desa itu harus melalui beberapa perbukitan, sehingga pada tahun 2018 ini, Pemkab Landak menggandeng TNI untuk menggelar program TMMD di sana.

Bupati Landak, Karolint Margret Natasa pun merasa pihaknya perlu menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di kabupaten itu.

Komandan Kodim 1201/Mempawah Letkol Arm Anom Wirasunnu mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama dengan pemerintah kabupaten dan bersinergi dalam pembangunan melalui TMMD yang ke-102 ini.

"Melalui program TMMD ke-102 yang dilaksanakan di Desa Sempatung, sejak 10 Juli sampai 8 Agustus 2018, TNI AD bersama masyarakat setempat berhasil menjalankan lima pekerjaan infrastruktur jalan," kata Anom usai rangkaian acara penutupan TMMD ke 102 di Desa Sempatung, Rabu (8/8/2018).

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menunjukkan foto-foto pembangunan jalan yang dibangun dalam program TMMD ke 102 yang dilaksanakan Kodim 1201/Mempawah di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak (8/8/2018)KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menunjukkan foto-foto pembangunan jalan yang dibangun dalam program TMMD ke 102 yang dilaksanakan Kodim 1201/Mempawah di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak (8/8/2018)
Lima infrastruktur jalan tersebut adalah peningkatan jalan dengan ukuran lebar 6 meter sepanjang 7,3 kilometer, pekerjaan rabat beton dengan lebar jalan 2 meter dan panjang 500 meter, dan pekerjaan 1 unit jembatan dengan lebar dua meter dan panjang 13,5 meter.

Kemudian pembangunan 1 unit jembatan dengan lebar 2 meter dan panjang 6,4 meter serta pembangunan tiga unit jembatan box dengan lebar 3 meter dan panjang 1 meter.

"Selama kegiatan TMMD, kami mengerahkan 100 personil TNI AD dari Kodim 1201/Mempawah dan dibantu tenaga masyarakat pendukung sebanyak 40-50 orang per hari," tambah Anom.

"Sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap pelaksanaan program ini, kita melakukan proses serah terima kepada Bupati Landak, ibu Karolin yang disaksikan langsung oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Achmad Supriyadi," tambah Anom.

Anom berharap, kegiatan TMMD yang berlangsung selama 30 hari tersebut bisa memberikan dampak perubahan bagi masyarakat Sempatung dan sekitarnya.

Terlebih dengan semakin baiknya akses jalan yang ada, diharapkan mampu melancarkan aktivitas masyarakat dan berdampak pada peningkatan ekonomi disana.

Sementara itu, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Achmad Supriyadi mengatakan, TMMD merupakan satu kegiatan yang perlu mendapat dukungan oleh semua pihak termasuk oleh Pemerintah Daerah.

Pangdam XII Tanjungpura Mayjen Achmad Supriadi didampingi Bupati Landak, Karolin Margret Natasa meninjau pembangunan jalan yang dibangun dalam program TMMD ke 102 yang dilaksanakan Kodim 1201/Mempawah di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak (8/8/2018)KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Pangdam XII Tanjungpura Mayjen Achmad Supriadi didampingi Bupati Landak, Karolin Margret Natasa meninjau pembangunan jalan yang dibangun dalam program TMMD ke 102 yang dilaksanakan Kodim 1201/Mempawah di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak (8/8/2018)
"Membangun bangsa ini tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga atau organisasi tertentu, tetapi perlu dilakukan bersama-sama," kata Supriyadi.

Program TMMD yang dilaksanakan TNI AD dengan terjun langsung ke desa-desa, sebut Achmad, merupakan sebuah kegiatan untuk menggugah masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

Selama ini, menurutnya, tidak ada aktivitas yang diprogramkan oleh TNI yang hanya dilakukan sendiri oleh TNI, tetapi senantiasa melibatkan masyarakat sehingga selalu mendapat dukungan dan partisipasi masyarakat.

Bupati Landak Karolint Natasa menambahkan, kegiatan TMMD yang dilakukan oleh TNI setiap tahunnya bukan hanya rutinitas, namun memiliki nilai lebih.

"Seperti kita tahu, setiap tahunya program TMMD ini dilaksanakan. Kami tidak ingin kegiatan TMMD hanya sebagai rutinitas, karena kita ingin membuktikan bahwa kegiatan ini bisa meningkatkan kemanunggalan, kekompakan, gotong royong antara TNI dan masyarakat serta pemerintah daerah," ujar Karolin

Tujuan akhirnya, sebut Karolin, adalah bagaimana program TMMD ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di daerah terisolir, seperti pada lokasi Desa Sempatung tersebut.

Karolin menambahka, lokasi kegiatan TMMD yang dilaksanakan di Landak tahun ini sangat istimewa, karena pelaksanaannya menjelang peringatan HUT RI ke-73.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menunjukkan foto-foto pembangunan jalan yang dibangun dalam program TMMD ke 102 yang dilaksanakan Kodim 1201/Mempawah di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak (8/8/2018)Dok. Pemkab Landak Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menunjukkan foto-foto pembangunan jalan yang dibangun dalam program TMMD ke 102 yang dilaksanakan Kodim 1201/Mempawah di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak (8/8/2018)
Lokasi tersebut juga menjadi bukti sejarah ketika TNI dan masyarakat bersama-sama membela batas negara kita dari Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak, Malaysia, di Bukit Brambang, Desa Sempatung, pada 1966-1969.

Dengan demikian, Desa Sempatung merupakan daerah pertahanan negara yang tentu harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah, karena di sana memiliki catatan sejarah tersendiri bagi bangsa ini.

"Sebagai pemerintah daerah kita tentu akan berupaya untuk memberikan perhatian pada pembangunan di daerah ini, salah satunya dengan memasukkan program TMMD ini, untuk meningkatkan infrastruktur yang ada di sini," kata Karolin.

Ke depan, Pemkab Landak juga akan membuka peluang kerjasama antara TNI dan pemkab, dalam pembangunan lainnya.

Hal itu jelas bisa dilakukan karena sudah tertuang dalam peraturan perundang-undangan dimana dalam mewujudkan pembangunan, pemerintah daerah bisa bersinergi dengan TNI.

"Namun tentu saja semuanya akan kembali ke anggaran yang tersedia. Jika memang memungkinkan, tentu program seperti ini bisa kembali kita laksanakan," katanya.


Komentar
Close Ads X