Kompas.com - 05/08/2018, 20:26 WIB
Ilustrasi rumah BrianAJacksonIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Membeli rumah dengan skema cicilan KPR syariah akad murabahah, harus siap mengjadapi besarnya cicilan setiap bulannya dibandingkan KPR konvensional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai gambaran, untuk rumah seharga Rp 300 juta dengan tenor 15 tahun dan uang muka 0 persen, cicilan KPR konvensional sebesar Rp 2.920.733 per bulan. Sementara, cicilan untuk KPR syariah bisa mencapai 5.166.667 per bulan.

Baca juga: Ini Alasan Cicilan KPR Syariah Terlihat Lebih Mahal

Kendati demikian, ada keuntungan dari pemanfaatan skema ini, yaitu suku bunga tetap (fixed) sejak dari akad hingga tenor berakhir.

Sementara, KPR konvensional hanya memiliki suku bunga fixed yang umumnya rendah dalam jangka waktu tertentu. Sisanya, akan menggunakan suku bunga floating yang dapat berubah cukup drastis.

Baca juga: Perbandingan KPR Syariah vs Konvensional, Mana Lebih Mahal?

"(Sebenarnya) totalnya hampir sama. Karena setelah itu bank konvensional melakukan adjusment kan, floating-nya ada yang 13 persen," kata VP Syariah Consumer Financing Group Head CIMB Niaga, Syaiful Huda, Jumat (3/8/2018).

Kompas.com mencoba membuat simulasi untuk mengetahui berapa gaji minimum yang harus dimiliki bila masyarakat tertarik menggunakan skema syariah.

Apalagi dengan syarat untuk memiliki rumah pertama yang semakin mudah, tentunya skema syariah cukup menggiurkan untuk dicoba.

Baca juga: 1 Agustus Relaksasi LTV Mulai Berlaku, Ini Dampaknya...

Mengacu aturan Bank Indonesia (BI), besaran cicilan maksimum yaitu 30 persen dari total penghasilan bulanan yang diterima.

Berikut rinciannya:

Harga rumah Rp 300 juta:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.