Lewat Ginza, Jababeka Perkuat Kawasan Residensialnya

Kompas.com - 31/07/2018, 18:56 WIB
GM Corporate Marketing Jababeka Residence, Handoyo Lim, sedang menjelaskan produk Ginza, Selasa (31/7/2018). Ginza merupakan business loft dan kompleks ruko di Kota Jababeka, Cikarang. Dok Jababeka ResidenceGM Corporate Marketing Jababeka Residence, Handoyo Lim, sedang menjelaskan produk Ginza, Selasa (31/7/2018). Ginza merupakan business loft dan kompleks ruko di Kota Jababeka, Cikarang.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS. com - Dengan semakin matangnya fasilitas komersial dan pembangunan infrastruktur yang mulai selesai di sekitar Jababeka, Cikarang, memungkinkan Jababeka Residence dikembangkan menjadi kawasan residensial dan komersial kelas menengah atas.

Presiden Direktur Jababeka Residence, Sutedja S. Darmono, Selasa (31/7/2018), mengatakan hal itu terkait rencana Jababeka Residence meluncurkan Ginza, area bisnis modern di kawasan tersebut. Area bisnis terbaru ini meliputi kebutuhan tempat usaha, restoran, kafe, layanan perbankan, atau kantor bagi perusahaan-perusahaan skala nasional dan internasional.

"Karena melihat makin pesatnya pembangunan kawasan residensial dan komersial yang juga didukung perekonomian dari kawasan industri inilah kami merasa ini momentum tepat untuk meluncurkan produk ini," kata Sutedja.

Sutedja mengingatkan bahwa lebih dari 4.000 perusahaan multinasional sudah beroperasi di kawasan industri ini dan kontribusinya terhadap ekonomi nasional merupakan terbesar kedua setelah DKI Jakarta sehingga dapat dijadikan alternatif pilihan investasi, khususnya properti, selain Jakarta.

Tingginya jumlah populasi di kawasan ini, lanjut Sutedja, juga menyebabkan mobilitas yang tinggi di dalam dan luar kawasan Jababeka sehingga fasilitas dan sarana infrastruktur saat ini terus ditambah, antara lain 3 akses pintu tol Jakarta-Cikampek (KM 29, KM 31 dan KM 34,7), KRL Commuter Line, Jakarta Heli Club, Elevated Toll Road Jakarta-Cikampek (selesai awal 2019), MRT Balaraja-Cikarang, LRT Jakarta-Cikarang, High Speed Train Jakarta-Bandung, Bandara Internasional Kertajati dan Pelabuhan Patimban. Bahkan, stasiun MRT Cikarang akan terletak di pusat CBD Kota Jababeka.

"Lokasi Ginza yang strategis akan semakin menarik setelah pembangunan infrastruktur transportasi di Cikarang ini dijadwalkan beroperasi tahun depan, seperti Elevated Toll Road Jakarta-Cikampek, Bandara Internasional Kertajati yang mulai beroperasi sejak pertengahan 2018, dan juga Pelabuhan Patimban," tutur Sutedja.

Sementara itu, GM Corporate Marketing Jababeka Residence, Handoyo Lim, mengatakan bahwa business loft Ginza dipasarkan mulai Rp4,9 miliar. Menurut Handoyo tawaran tersebut relevan dengan ketersediaan fasilitas dan infrastruktur kawasan yang lengkap sehingga kompetitif dengan produk serupa di Jabodetabek lainnya.

"Sebagai gambaran, harga per unit business loft di Tangerang itu Rp13,5 miliaran sampai Rp16 miliaran," kata Handoyo.

Sebelumnya, pada Juni 2018 lalu, Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto, menyatakan perlu mendorong penerapan Indonesia 4.0 di Cikarang dengan cara menjadikan teknologi sebagai kunci peningkatan produktivitas. Adapun lima sektor industri prioritas Indonesia 4.0 adalah elektronik, otomotif, makanan dan minuman, kimia dan tekstil yang semuanya ada di Jababeka.

Visi tersebut ditunjukkan dengan PDB per kapita kawasan ini yang mencapai Rp146 juta per tahun. Untuk itu, menurut Airlangga, tantangan ke depan adalah mereplikasi keberhasilan tersebut ke wilayah-wilayah potensial lainnya di Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X