Kementerian PUPR Terjunkan Tim Identifikasi Dampak Gempa Lombok

Kompas.com - 30/07/2018, 11:00 WIB
Sejumlah warga korban gempa berada di pengungsian di lapangan Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7/2018). Para warga di Desa Sajang dan Desa Sembalun Bumbung memilih tidur di tenda pengungsian karena masih sering terjadinya gempa susulan yang menurut data stasiun Geofisika BMKG Mataram terjadi sebanyak 145 kali gempa susulan hingga terakhir pada pukul 17:45:04 Wita dengan magnitude 3.1. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDISejumlah warga korban gempa berada di pengungsian di lapangan Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7/2018). Para warga di Desa Sajang dan Desa Sembalun Bumbung memilih tidur di tenda pengungsian karena masih sering terjadinya gempa susulan yang menurut data stasiun Geofisika BMKG Mataram terjadi sebanyak 145 kali gempa susulan hingga terakhir pada pukul 17:45:04 Wita dengan magnitude 3.1.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa, Minggu (29/7/2018) pagi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun segera menghimpun dampak yang ditimbulkan atas gempa yang terjadi pada pukul 05.47 WIB tersebut.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Asdin Julaidy mengatakan, sembilan bendungan eksisting dalam kondisi baik.

Kesembilan bendungan itu yakni Bendungan Batu Jai, Pengga, Pandanduri dan Suwangi di Pulau Lombok, serta Bendungan Batu Bulan, Mamak, Tiu Kulit, Gapit, Pelaparado dan Sumi di Pulau Sumbawa.

"Tiga bendungan yang sedang dalam tahap konstruksi yakni Bendungan Bintang Bano, Tanju dan Mila, semuanya juga dalam kondisi aman. Demikian halnya dengan jaringan irigasi primer, sekunder dan tersier dilaporkan dalam kondisi operasional," kata Asdin dalam keterangan tertulis, Minggu (29/7/2018).

Baca juga: Senin Pagi, Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Gempa di NTB

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX Mataram Budiamin menyatakan, kondisi jalan nasional di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa juga tidak ada yang terputus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejauh ini, tercatat satu jembatan Kokok Koangan di ruas Jalan Pamenang-Bayan KM 70+700 di Kabupaten Lombok Utara yang opritnya turun 5 sentimeter.

"Struktur jembatan secara keseluruhan dilaporkan masih aman dan layak dilalui kendaraan roda empat," kata Budiamin.

Adapun berdasarkan catatan Kementerian PUPR, diperkirakan terdapat 360 rumah rusak ringan dan 398 rumah rusak berat.

Kerusakan tersebut tersebar di Kecamatan Sambelia dan Sembalun serta di Kabupaten Lombok Utara yakni Kecamatan Bayan, Gangga, Tanjung, Pemenang, dan Kayangan.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kini, PNS Bisa Cek Saldo Tapera secara Online Lewat Situs Sitara

Kini, PNS Bisa Cek Saldo Tapera secara Online Lewat Situs Sitara

Berita
Rumah di Koridor Simatupang Ini untuk Milenial Bergaji Rp 10 Juta Per Bulan

Rumah di Koridor Simatupang Ini untuk Milenial Bergaji Rp 10 Juta Per Bulan

Perumahan
ITDC: Lahan Enclave Terakhir di The Mandalika Dikosongkan Pemiliknya secara Mandiri

ITDC: Lahan Enclave Terakhir di The Mandalika Dikosongkan Pemiliknya secara Mandiri

Berita
Dukung Infrastruktur MotoGP, Perpanjangan Landasan Pacu Bandara Internasional Lombok Praya Tuntas Oktober

Dukung Infrastruktur MotoGP, Perpanjangan Landasan Pacu Bandara Internasional Lombok Praya Tuntas Oktober

Berita
4 Trik Bikin Taman Teras Rumah di Lereng Bukit

4 Trik Bikin Taman Teras Rumah di Lereng Bukit

Tips
[POPULER PROPERTI] REI Janji Beri Rumah di Daerah Masing-masing bagi Greysia/Apriyani

[POPULER PROPERTI] REI Janji Beri Rumah di Daerah Masing-masing bagi Greysia/Apriyani

Berita
Pencakar Langit 70 Lantai Bergoyang, China Larang Proyek Gedung Tinggi

Pencakar Langit 70 Lantai Bergoyang, China Larang Proyek Gedung Tinggi

Berita
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Dibangun, Butuh Dana Rp 2,27 Triliun

11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Dibangun, Butuh Dana Rp 2,27 Triliun

Berita
The Mandalika Masuki Tahap Pembangunan Infrastruktur Dasar Paket II

The Mandalika Masuki Tahap Pembangunan Infrastruktur Dasar Paket II

Berita
49.000 Tempat Tidur Baru Disiapkan untuk Isolasi Terpusat

49.000 Tempat Tidur Baru Disiapkan untuk Isolasi Terpusat

Berita
Produk Kasurnya Dipalsukan, Inoac Ingatkan Konsumen Teliti Sebelum Membeli

Produk Kasurnya Dipalsukan, Inoac Ingatkan Konsumen Teliti Sebelum Membeli

Berita
Berfungsi Kendalikan Banjir Jakarta, Ini Kabar Terbaru Bendungan Sukamahi dan Ciawi

Berfungsi Kendalikan Banjir Jakarta, Ini Kabar Terbaru Bendungan Sukamahi dan Ciawi

Berita
Selain Pebulutangkis, Greysia Polii Ternyata Pengembang Rumah Subsidi

Selain Pebulutangkis, Greysia Polii Ternyata Pengembang Rumah Subsidi

Berita
Co-Living Makin Popular, Perusahaan Singapura Tawarkan Layanan Lengkap

Co-Living Makin Popular, Perusahaan Singapura Tawarkan Layanan Lengkap

Berita
Pengeluaran Rumah Tangga Taiwan Diprediksi Tumbuh 2,4 Persen

Pengeluaran Rumah Tangga Taiwan Diprediksi Tumbuh 2,4 Persen

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X