Di Bawah Rp 500 Juta, Apartemen Mahasiswa Ini Diyakini Terjual Cepat - Kompas.com

Di Bawah Rp 500 Juta, Apartemen Mahasiswa Ini Diyakini Terjual Cepat

Kompas.com - 25/07/2018, 19:13 WIB
Andy K Natanael, pendiri Projek dan Proviz; Okie Imanto, Chief Executive Officer  (CEO) Greenwoods Group, serta Arief Soemarko, Direktur JP Apartment saat
melihat maket JP Apartment, Rabu (25/7/2018). Untuk mempercepat penjualan proyek JP Apartment Greenwoods Group menggandeng aplikasi pemasaran  online  Projek 6 agen  properti waralaba.  Dok Greenwoods Group Andy K Natanael, pendiri Projek dan Proviz; Okie Imanto, Chief Executive Officer (CEO) Greenwoods Group, serta Arief Soemarko, Direktur JP Apartment saat melihat maket JP Apartment, Rabu (25/7/2018). Untuk mempercepat penjualan proyek JP Apartment Greenwoods Group menggandeng aplikasi pemasaran online Projek 6 agen properti waralaba.

BOGOR, KOMPAS.com - Greenwoods Group, pengembang apartemen JP Apartment di dekat perumahan IPB II, Dramaga, Bogor, menggandeng aplikasi pemasaran properti online Projek dan 6 agen properti waralaba untuk mempercepat penjualan apartemen tersebut.

Greenwoods membangun JP Apartment di lahan seluas 1,1 hektar. Dengan investasi Rp350 miliar, pengembang tersebut rencananya akan mengembangkan 3 tower yang merangkum 1.500 unit apartemen.

"Kami optimistis prospek penjualan di paruh kedua tahun ini akan semakin membaik. Untuk mempercepat itu kami gandeng Projek dan agen properti, karena jaringan pemasaran mereka luas," kata Okie Imanto, Chief Executive Officer (CEO) Greenwoods Group, Senin (25/7/2018).

Okie mengatakan, apartemen tersebut disiapkan untuk pasar mahasiswa dan dosen di Bogor, terutama dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Menjual pemandangan Gunung Salak dan Kota Bogor, apartemen tersebut terdiri dari lima tipe, mulai seluas 23.26 m2 sampai 46.57 m2.

Dipasarkan seharga mulai Rp9,6 juta/m2 atau Rp230 juta per unit studio sampai Rp430 jutaan untuk tipe dua kamar tidur, promosi yang ditawarkan ke konsumen adalah bebas uang kos sampai serah terima unit.

"Kami kekosongan produk untuk segmen mahasiwa yang benar-benar untuk mahasiswa, termasuk fasilitas yang disediakan. Kami memang ingin merancang komunitas modern dan positif dan nyaman untuk riset dan studi," ujar Okie.

Sampai saat ini penjualan JP Apartment Tower Green (Tower I) telah mencapai 40 persen. Okie menuturkan, dengan kerjasama penjualan ini Greenwoods menargetkan sampai akhir 2018 nanti tower pertamanya bisa terjual hingga 90 persen.

"Seluruh bisa habis terjual sebelum 2021," tukas Andy K Natanael, pendiri Projek dan Proviz yang menjadi konsultan pemasaran proyek apartemen ini.

Andy mengaku optimistis apartemen ini bisa terjual habis dalam waktu singkat, terutama karena beberapa keunggulan JP Apartment untuk menarik konsumen membeli maupun berinvestasi. End user apartemen ini, lanjut Andy, adalah mahasiswa, dan pembeli unitnya adalah investor yang ingin mempunyai passive income tanpa repot mencari penyewa atau mengurus propertinya.

"Rentang harga Rp200 jutaan sampai Rp400 jutaan itu termasuk price point yang relatif mudah dijangkau investor, bahkan bagi kaum muda yang sedang ingin belajar berinvestasi. Ini hasil dari tes pasar yang kami lakukan di akhir 2017 lalu kepada potential buyer. Ada 80 persen peminat ingin membeli unit untuk disewakan kepada mahasiswa dan dosen serta kaum profesional di Bogor," kata Andy.

Aan Andriani, Director ERA Indonesia, menambahkan bahwa faktor lokasi masih tetap menjadi pertimbangan utama konsumen membeli properti. Terkait itu, lanjut Aan, apartemen ini berada tepat di depan kompleks perumahan IPB yang dihuni para dosen, dekan, bahkan rektor.

"Artinya, lingkungan perumahan ini sudah established yang mayoritas warganya adalah kaum akademisi.


EditorLatief

Close Ads X