Media Sosial Marak, Profesi Desainer Interior Justru Terpuruk

Kompas.com - 19/07/2018, 14:00 WIB
Berdasarkan survei ini, sekitar 80 persen desainer interior beralih dan aktif di berbagai platform sosial media. ftadviser.comBerdasarkan survei ini, sekitar 80 persen desainer interior beralih dan aktif di berbagai platform sosial media.

KOMPAS.com - Pada era di mana sosial media menjadi penghubung bagi banyak orang dari berbagai kalangan, profesi desainer interior justru mengalami penurunan.

Idealnya, kemunculan media sosial berdampak positif bagi para pekerja kreatif. Namun hal ini tidak berlaku bagi para desainer interior.

Media sosial justru mengurangi jatah pelanggan jasa untuk desain interior karena banyak yang beralih untuk mendekor sendiri rumah pribadinya.

Sebuah survei yang dilakukan oleh YouGov, mengungkapkan, banyak orang lebih memilih merancang sendiri interior hunian mereka.

Survei tersebut dilaksanakan terhadap 300 orang desainer interior profesional di Amerika Serikat sebagai responden.

Hasilnya, sebanyak 10 persen dari orang-orang yang dianggap ”kaya” secara rutin menggunakan jasa desainer interior.

Ukuran “kaya” di sini merujuk pada mereka yang memiliki aset 10 juta dollar atau lebih dan pendapatan rumah tangga di atas 350 ribu dollar AS.

Tentu jumlah ini belum termasuk mereka yang secara rutin menggunakan jasa desainer interior, sehingga survei ini masih dianggap belum menjawab permasalahan.

Promosi mulut ke mulut dianggap lebih efektif

Unity Marketing kembali mengadakan survei, kali ini terhadap 200 orang responden untuk menggali lebih dalam mengenai tantangan berkecimpung di media sosial.

Hasilnya, banyak desainer interior yang tidak mengetahui media sosial apa yang efektif bagi perkembangan bisnisnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X