Putragaya Wahana Raup Rp 816 Miliar dari Penjualan Apartemen Servis - Kompas.com

Putragaya Wahana Raup Rp 816 Miliar dari Penjualan Apartemen Servis

Kompas.com - 16/07/2018, 18:46 WIB
Thamrin Nine Complex, Thamrin, Jakarta Pusat.dokumen Putragaya Wahana Thamrin Nine Complex, Thamrin, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Putragaya Wahana meraup penjualan 180 unit apartemen di kompleks multifungsi Thamrin Nine Residence, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Seluruh unit fasilitas akomodasi tersebut diambil alih oleh UOL Group Limited, induk usaha Pan Pacific Hotels Group Limited yang berbasis di Singapura, dengan nilai 56,8 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 816 miliar.

Apartemen servis ini akan diberi nama Parkroyal Serviced Suites. Penandatanganan akuisisi ini dilakukan pada Senin (16/7/2018), di Jakarta. 

Baca juga: Thamrin Nine Akan Miliki Gedung Tertinggi di Indonesia

Presiden Direktur PT Putragaya Wahana Alvin Gozali menuturkan, selain melepas unit apartemen servis, pihaknya juga meneken perjanjian pengelolaan dan pengoperasian 200 kamar dengan UOL Group Limited.

"Mereka akan mengelola hotel kami tersebut dengan brand Parkroyal Hotel. Kedua fasilitas akomodasi ini berada di Tower 2 Thamrin Nine," tutur Alvin menjawab Kompas.com.

Dipilihnya Pan Pacific Hotel Group Limited sebagai pengelola properti yang dikembangkannya, menurut Alvin, karena rekam jejaknya yang cukup bagus untuk pasar perhotelan.

Di Indonesia sendiri mereka sudah hadir sejak kurun 1990-an. Selain itu, imbuh Alvin, PT Putragaya Wahana ingin mengombinasikan kualitas dan gaya pengelolaan hotel bisnis antara jaringan internasional barat dan timur.

"Di Tower 1 kami sudah ada hotel Waldorf Astoria yang berbasis di Amerika Serikat. Nah di Tower 2 ini kami ingin melakukan eksposur untuk brand regional Asia Pasifik," cetus Alvin.

Thamrin Nine Tower 1.putragaya wahana Thamrin Nine Tower 1.
Sementara itu, Senior Vice President Operations Pan Pacific Hotels Group Neo Soon Hup mengatakan meski ekonomi Indonesia sedang melambat dan nilai tukar Rupiah turun, namun tak menghalangi ekspansi bisnis perusahaannya.

"Pasar hotel Indonesia sangat potensial dan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Dengan pertumbuhan ekonomi positif, lokasi strategis, dan pembangunan infrastruktur yang demikian masif, kami percaya diri bisnis kami akan berkembang dengan baik," tutur Soon Hup.

Thamrin Nine sendiri merupakan pengembangan properti multifungsi di atas area seluas 5,2 hektar. Di dalamnya terdapat properti eksisting yang telah beroperasi yakni UOB Plaza dengan berbagai fasilitas pelengkap seperti ANZ Square Podium, Thamrin Nine Ballroom, dan EXIM Melati.

Dalam catatan Kompas.com, ekspansi Thamrin Nine terdiri atas 4 gedung apartemen dan dua menara perkantoran yang disertai dengan podium ritel. Konstruksi terbagi dalam dua tahap pengembangan.

Tahap pertama yang akan dibangun adalah satu menara perkantoran dengan struktur 74 lantai setinggi 333,5 meter, berikut 181 kamar hotel supermewah Waldorf Astoria Hotels and Resorts, dan apartemen Le Parc.

Baca juga: Apartemen Mewah Thamrin Nine Dipasarkan Dalam Dollar AS

Apartemen Le Parc ini, menurut Sales Manager Rajiv Vasandani sudah terjual 60 persen dari total 108 unit yang mencakup The Mansion 30 unit, The Terrace 53 unit, dan The Town Homes 25 unit.

"Saat ini harga aktual Le Parc menyentuh angka Rp 75 juta per meter persegi di luar PPN," kata Rajiv.

Sedangkan tahap kedua terdiri atas satu bangunan apartemen dan satu menara perkantoran.

Thamrin Nine dengan nilai investasi Rp 6,5 triliun ini dijadwalkan rampung pembangunannya dan mulai beroperasi pada 2020.

PT Putragaya Wahana sendiri sebelumnya memiliki bisnis inti (core business) tekstil. Mereka kemudian melakukan diversifikasi dan ekspansi bisnis ke properti.

Selain menggarap Thamrin Nine, PT Putragaya Wahana juga merancang pengembangan properti komersial di Cibinong, Bogor, BSD City, dan Uluwatu, Bali.

Setelah Thamrin Nine, PT Putragaya Wahana akan memulai pengembangan lahan 5 hektar di BSD City untuk dijadikan hotel bintang empat dan pusat belanja pada 2019 mendatang. Nilai investasi tahap pertama sebesar Rp 500 miliar.

Sementara di Uluwatu, lahan seluas 4 hektar akan mereka manfaatkan sebagai kawasan resor terpadu lengkap dengan apartemen dan hotel. 

Di Cibinong, mereka sudah menyiapkan lahan seluas 20 hektar yang diakuisisi sejak 2012 silam.

 

 

 

 



Close Ads X