"Mandalika Bukan Hanya untuk NTB, Tapi Indonesia" - Kompas.com

"Mandalika Bukan Hanya untuk NTB, Tapi Indonesia"

Kompas.com - 13/07/2018, 10:13 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) saat mengunjungi Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (12/7/2018).KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) saat mengunjungi Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - "Bukan hanya untuk NTB, tapi untuk Indonesia," kata Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi di kantor redaksi Kompas.com, Kamis (12/7/2018).

Kalimat tersebut dilontarkan Majdi pertama kali saat disinggung tentang seberapa besar kontribusi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat NTB.

Sejak ditetapkan sebagai salah satu dari sepuluh KEK pariwisata yang akan disulap menjadi 'Bali baru' pada 2014 lalu, pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut dan sekitarnya terus digenjot.

Perlahan tapi pasti. Pembangunan infrastruktur turut menggenjot urat nadi perekonomian masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi NTB yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pertumbuhan ekonomi NTB yang selalu di atas rata-rata nasional dalam 4-5 tahun terakhir, dikontribusikan melalui infrastruktur yang semakin mantap," kata dia.

"Dalam analog infrastruktur indonesia, saya yakin bahwa pekerjaan infrastruktur yang sedang dilaksanakan besar-besaran (jika) itu dimanfaatkan rakyat, itu akan membangun daya tahan ekonomi jauh lebih baik," imbuh dia.

Merujuk data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan ekonomi NTB pada 2017 mencapai 7,1 persen, jauh di atas perekonomian nasional yang hanya 5,07 persen.

Sementara, kesejahteraan masyarakat NTB juga mengalami perbaikan. Hal itu terlihat dari tingkat kemiskinan menurun dari 23,08 persen pada 2008 menjadi 15,05 persen periode 2017.

Serta tingkat pengangguran yang terkoreksi dari 6,25 persen pada tahun 2009 menjadi 3,32 persen pada tahun lalu.

Adapun laju inflasi hanya sebesar 3,7 persen, lebih rendah dari target 4 plus minus 1 persen.

Kawasan KEK Mandalika memiliki luas mencapai 1.035,67 hektar. Itu artinya, luas wilayah yang dimiliki hampir mencapai empat kali lipat wilayah Nusa Dua, Bali.

Tak heran, bila pada akhirnya pengembangan kawasan ini memberikan efek domino bagi peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

"Untuk ekonomi NTB pasti akan penting. Penyerapan tenaga kerjanya, multiplier effectnya, kemudian lebih dari itu branding NTB, Lombok dan Sumbawa, dalam peta dunia. Jadi memang sangat penting itu," kata dia.

Majdi menambahkan, KEK Mandalika kelak akan menjadi salah satu kawasan yang diperhitungkan. Hal ini tidak terlepas dari rencana pembangunan sirkuit Moto GP di wilayah tersebut.

Selain itu, pengembangan wisata Mandalika juga akan mengedepankan konsep wisata halal, yang kini cukup tren di berbagai belahan dunia. Bahkan, Qatar disebut telah bersedia mengembangkan konsep wisata itu di kawasan ini.

"Segmen wisata yang nilainya sudah 200 miliar (dollar AS) per tahun di dunia. Yang halal tourism. Jadi kita harus ambil lah beberap persen dari itu," tandasnya.



Close Ads X