Kompas.com - 12/07/2018, 13:05 WIB

KOMPAS.com - Pada candi kelompok Utara, hampir semua candi berukuran kecil dan memiliki corak agama Hindu. Sedangkan candi yang ada di Selatan, sebagian besar mendapat pengaruh agama Buddha.

Ciri dari bangunan candi yang bercorak Buddha adalah bangunan-bangunan tersebut mengalami minimal satu kali perombakan besar. Hal ini tidak terlihat pada bangunan candi bercorak agama Hindu.

Harian Kompas, 16 April 1989 menyebutkan, agama Buddha di Jawa Tengah semula memang hanya berkembang di sekitar dataran Prambanan, sedangkan agama Hindu di daerah yang lebih ke utara.

Pada tahun 778 Masehi, di Kalasan telah didirikan sebuah candi Buddha.

Pada tahun 780, agama Buddha sudah cukup kokoh dalam peradaban masyarakat pada masa itu, sehingga mampu membangun candi yang amat luas, yaitu Candi Sewu.

Pada waktu yang bersamaan penganut agama Hindu di Utara juga membangun candi yang tak kalah besarnya, yaitu Candi Borobudur tahap pertama.

Pada tahun 790 Masehi, muncul gerakan besar pada arsitektur dan ikonografi atau seni arca, yang membuat perlambang pada candi Hindu dan Buddha berubah.

Perubahan ini agaknya muncul bersamaan dengan semakin meluasnya wilayah kekuasaan dinasti Sailendra.

Hal ini tampak pada bangunan candi-candi di Utara yang semula direncanakan sebagai candi Hindu, kemudian berubah menjadi candi Buddha.

Perubahan ini tampak pada desain arsitektur di Candi Borobudur, Mendut, Pawon, dan Bojong.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.