Setengah Bangunan Kafe di Korea Ini Ada di Bawah Tanah - Kompas.com

Setengah Bangunan Kafe di Korea Ini Ada di Bawah Tanah

Kompas.com - 09/07/2018, 14:19 WIB
Desain interior Cafe Oriente, yang memadukan kesan minimalis dan unsur tradisionalYongjoon Choi Desain interior Cafe Oriente, yang memadukan kesan minimalis dan unsur tradisional

KOMPAS.com - Desain interior yang terinspirasi dari desain tradisional kini marak digunakan sebagai salah satu pilihan dalam menghias ruangan.

Beberapa pakem tradisional pun juga digunakan untuk menunjukkan keunikan suatu bangunan.

Firma arsitektur LABOTORY memadukan gaya Hanok atau rumah tradisional Korea dan gaya minimalias dalam desain interior Cafe Oriente.

Cafe Oriente merupakan kafe yang menyediakan kudapan khas Korea. Oleh karena itulah, pihak LABOTORY sengaja membuat desain yang menyuguhkan sentuhan budaya Asia khususnya Korea dalam setiap sudutnya.

Berlokasi di ujung gang di Hannam-Dong, kafe ini dulunya merupakan sebuah toko peralatan elektronik.

Desainer interior kafe ini meberikan banyak elemen tradisional Korea, seperti penerapan bentuk ‘?’ dalam model bangunannya. Pada bagian tengah bangunan, ditempatkan taman kecil yang mencerminkan budaya Korea.

Bentuk ‘?’ ini juga diterapkan dalam beberapa tempat seperti bar tempat barista meracik minuman serta layout kursi pengunjung.

Area pengunjung di Cafe Oriente, memadukan gaya minimalis dan tradisionalYongjoon Choi Area pengunjung di Cafe Oriente, memadukan gaya minimalis dan tradisional
Penerapan bentuk ini merupakan salah satu trik, sehingga ada batas yang jelas antara area barista dan area pengunjung.

Desainer juga menempatkan sebuah lengkungan yang menempel dari langit-langit bar sampai ke bawah.

Desain lengkungan ini bertujuan memberikan sorotan pada bar, sehingga pandangan akan langsung terfokus pada area bar ketika memasuki ruangan. Desain ini juga diterapkan pada perabot dan furnitur built-in di dalam kafe.

Uniknya kafe ini juga dibuat tampak separuh berada di bawah tanah. Untuk mewujudkan hal ini desainer menerapkan pencahayaan tidak langsung yang dipasang di balik langit-langit area pengunjung.

Dengan menggunakan cahaya tak langsung, pengunjung dapat merasakan sensasi berada di kedalaman.

Memadukan dengan gaya tradisional Korea

Untuk mendapatkan suasana tradisional Korea, lantai depan pada rumah Hanok digunakan sebagai bagian dari area pengunjung.

Bangunan Cafe Oriente, yang berada separuh di bawah tanah. Interior kafe didesain untuk memberikan suasana hangat pada pengunjung. Yongjoon Choi Bangunan Cafe Oriente, yang berada separuh di bawah tanah. Interior kafe didesain untuk memberikan suasana hangat pada pengunjung.

Lantai depan yang disebut “Twet Maru” berfungsi untuk memperluas dan menghubungkan eksterior dan interior di rumah-rumah tradisional Korea.

Lantai tradisional ini diletakkan pada area pengunjung, sehingga mereka bisa merasakan atmosfir Korea. Selain itu, lantai tradisional ini juga memberi kesan luas, meski kafe berada separuh di bawah tanah.

Miniatur taman khas Korea, lengkap dengan batu, tanaman, dan tanah juga diletakkan di bawah bangku agar ruangan jauh dari kesan suram.

Miniatur taman di bawah kursi pengunjung, memberikan sentuhan suasana tradisional KoreaYongjoon Choi Miniatur taman di bawah kursi pengunjung, memberikan sentuhan suasana tradisional Korea

Selain lantai, unsur kayu pada Hanok juga digunakan untuk memperkuat kesan tradisional pada ruangan. Kursi pengunjung, dinding pada area bar, dan perabot terbuat dari bahan kayu untuk memberi kesan hangat pada ruangan.

Warna krem yang juga merupakan warna dari kertas tradisional Korea, digunakan untuk memberi kesan hangat pada langit-langit ruangan.

Meski terkesan kontras, namun perpaduan dari beberapa material yang berbeda, mampu menghasilkan gambaran baru yang menginspirasi setiap pengunjung yang datang.



Close Ads X