Pemenang Pilkada Dihadang OSS dan RDTR

Kompas.com - 09/07/2018, 06:05 WIB
Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum saat berfoto usai unggul dalam perolehan hitung cepat Pilkada Jabar, di Hotel Papandayan, Bandung, Rabu (27/6/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIRidwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum saat berfoto usai unggul dalam perolehan hitung cepat Pilkada Jabar, di Hotel Papandayan, Bandung, Rabu (27/6/2018).

TANTANGAN mengadang Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Agraria Tata Ruang/BPN dan para wali kota dan bupati pemenang pilkada, sehingga Minggu ini sangat penting bagi dunia perencanaan di Indonesia.

Pada saat bersamaan, KPU akan mengumumkan hasil pemenang Pilkada di 171 daerah, dan Menko Perekonomian hari ini akan secara resmi merilis Online Single Submission (OSS) secara nasional.

Beberapa isu perencanaan tata ruang yang krusial segera mengadang adalah: Pelaksanaan OSS, Penyelarasan Proyek Strategis Nasional dalam Rencana Daerah, dan Agenda Baru Perkotaan (termasuk Pedesaaan).

Kemampuan para pemimpin daerah untuk bisa segera bekerja pada hari pertamanya, menjadi harapan kita bersama. Kegagapan mereka bakal menjadi malapetaka terutama dalam hal kegentingan yang ada di daerah berkaitan dengan perencanaan dan pemanfaatan ruang.

OSS terkait dengan salah satu isu yang paling banyak dikampanyekan para kandidat. Semua kandidat bicara investasi dan pelayanan publik.

Mulai dari pemenang spektakuler seperti Nurdin Abdullah di Sulawesi Selatan, Khofifah di Jawa Timur, maupun para petahana yang menang.

Dalam konteks ini OSS yang mulai beroperasi hari ini akan menjadi aspek krusial satu izin melakukan investasi.

Program yang dicanangkan percepatannya oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo ini dituangkan dalam PP Nomor 24 tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi.

Pasangan cagub-cawagub Jateng Ganjar Pranowo (kedua kanan)-Taj Yasin (kanan) dan Sudirman Said (kedua kiri)-Ida Fauziah (kiri) memperlihatkan nomor urut masing-masing saat pengundian nomor urut di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (13/2/2018). Ganjar Pranowo-Taj Yasin mendapat nomor urut satu, dan Sudirman Said-Ida Fauziah memperoleh nomor urut dua. ANTARA FOTO/R Rekotomo Pasangan cagub-cawagub Jateng Ganjar Pranowo (kedua kanan)-Taj Yasin (kanan) dan Sudirman Said (kedua kiri)-Ida Fauziah (kiri) memperlihatkan nomor urut masing-masing saat pengundian nomor urut di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (13/2/2018). Ganjar Pranowo-Taj Yasin mendapat nomor urut satu, dan Sudirman Said-Ida Fauziah memperoleh nomor urut dua.
Dalam Pasal 33 mengharuskan Izin Lokasi diterbitkan oleh Lembaga OSS harus terletak di lokasi yang telah sesuai peruntukannya menurut RDTR dan/atau rencana umum tata ruang kawasan perkotaan, terletak dalam kawasan ekonomi khusus, kawasan industri, serta kawasan perrdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

Pendek kata, siapa pun investor kalau datang ke satu kabupaten/kota, kalau kota tersebut belum punya RDTR maka investasi itu tidak bisa dilayani di komputer.

Masalahnya, baru 40 kabupaten/kota saat ini yang memiliki RDTR yang sudah di perdakan, dari 540an kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Di level propinsi, kabupaten dan kota, arahan strategis pembangunan ada di RTRW yang sudah tuntas walaupun kualitasnya banyak yang masih normatif.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X