Pasar Hunian untuk Tenaga Kerja Asing Stagnan - Kompas.com

Pasar Hunian untuk Tenaga Kerja Asing Stagnan

Kompas.com - 06/07/2018, 13:00 WIB
Ilustrasi rumahBrianAJackson Ilustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar hunian untuk tenaga kerja asing atau ekspatriat tahun ini tidak mengalami perubahan dibanding tahun 2017.

Menurut Senior Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, ada beberapa alasan pasar hunian ekspatriat mengalami stagnasi.

Pertama, berakhirnya kontrak kerja dan sedikitnya proyek besar berskala nasional di Jakarta menjadi alasan tingkat permintaan hunian ekspatriat tidak bergerak.

Baca juga: Sektor Properti Masih Lesu

Kedua, tidak ada aktivitas ekspansi dari perusahaan-perusahaan terutama level multinasional yang mempekerjakan ekspatriat.

"Jadi, otomatis, permintaan tak berubah," kata Ferry.

Namun demikian, ada tren baru yang terjadi selama dua tahun terakhir. Permintaan rumah yang berada di dalam kompleks menunjukkan peningkatan.

Sebaliknya, permintaan rumah tinggal di luar komplek cenderung turun. Hal ini terkait dengana spek keamanan (security).

Sementara itu, untuk harga sewa rumah yang sangat diminati cenderung menunjukkan kurva meningkat. Sebaliknya, rumah yang tidak banyak peminat justru menawarkan potongan tarif sewa sebesar 500 hingga 1.000 dollar AS.

"Potongan harga itu dilakukan untuk menarik minat calon penyewa," tambah Ferry.

Banyaknya ekspatriat China yang datang ke Jakarta tidak berpengaruh terhadap permintaan rumah untuk ekspatatriat atau pun apartemen servis (serviced apartment).

Anggaran yang terbatas dan faktor efisiensi merupakan alasan tenaga kerja asing China ini memilih apartemen menengah-bawah dan kost-kostan di sekitaran Kuningan.

"Tak heran jika banyak ditemui satu unit apartemen dihuni hingga 6 orang, atau satu rumah dihuni 8 hingga 10 orang ekspatriat China," ungkap Ferry.

Industri jasa, manufaktur, kantor perwakilan negara asing dan institusi keuangan masih menjadi penggerak utama permintaan hunian untuk ekspatriat.

Wilayah Jakarta Selatan dan Menteng masih menjadi incaran tenaga kerja asing.

Hal ini karena lokasi keduanya dinilai strategis dan lengkap dengan sarayana pendukung untuk aktivitas keluarga ekspatriat seperti sekolah, pusat belanja, rumah sakit, dan pusat hiburan.



Close Ads X