Milenial Susah Beli Properti? Kurangi Beli Secangkir Kopi yang Mahal! - Kompas.com

Milenial Susah Beli Properti? Kurangi Beli Secangkir Kopi yang Mahal!

Kompas.com - 04/07/2018, 13:46 WIB
Ilustrasi.Shutterstock Ilustrasi.

KOMPAS.com - Anak milenial bukan tak punya minat membeli properti, melainkan pemikiran ke arah itu yang belum terdongkrak. Padahal, cukup dengan mengurangi gaya hidupnya yang konsumtif, mereka sejatinya bisa memiliki properti yang tergolong premium sekalipun.

Hal itulah yang dipaparkan oleh Hans Herwin, seorang pakar properti yang mengatakan bahwa pemikiran seorang milenial bisa 100 persen out of the box untuk memiliki kepemilikan properti. Ya, caranya simpel, bahkan dengan seharga secangkir kopi per hari.

para generasi milenial bisa memiliki vila premium di pinggir pantai Bali, Tavisamira Beach Club & Resort, hanya dengan seharga secangkir kopi per hari.

Hans, yang merancang program Secangkir Kopi dengan Konsep O2 atau Open Ownership, mengatakan bahwa program tersebut diluncurkan setelah tahu besarnya minat para milenial untuk berinvestasi dan belajar seluk beluk bisnis properti. Menurut dia, ide pencetusan program ini untuk para generasi milenial yang dikhawatirkan tidak mampu memiliki properti lantaran penuh dengan aktivitas berbiaya tinggi.

"Mulai dari traveling, hang out, ngopi di kafe mahal, atau party. Dengan gaya hidup seperti itu, ya tentu bisa dipastikan mereka (milenial) susah punya properti, karena dananya sudah terkuras untuk memenuhi semua gaya hidup itu. Untuk itu, sekarang kami berikan instrumen yang mudah supaya uangnya tidak terbuang percuma," kata Hans, di Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Hans bilang, para milenial bukan tak boleh melakoni tren terkini dan memenuhi gaya hidup pilihannya. Mereka adalah anak-anak muda yang perlu tahu dunianya.

"Tapi, prinsip utama harus dipegang, bahwa mereka harus bijak mengalokasikan uangnya untuk masa depan, jangan habis di masa muda," kata Hans.

Pesona Pulau Dewata masih menjadi magnet bagi para pengembang maupun investor. Harga tanah yang kian melambung, kadang menjadi kendala bagi para penikmat Bali yang ingin memiliki aset properti baik Villa, apartemen maupun rumah tapak. Namun, inovasi baru mampu menjadi solusi bagi para investor maupun end user yang ingin memiliki hunian premium dengan harga terjangkau.

Hans, yang juga Chief Marketing Officer (CMO) dari Anugerah Kasih Investama (AKI) Group, menjelaskan bahwa perusahaannya tengah mengembangkan Tavisamira Beach Club & Resort di Bali. Dia menuturkan, untuk membeli unit di proyek tersebut investor milenial sebetulnya hanya butuh menyisihkan uang seharga secangkir kopi per hari.

"Secangkir sehari itu kalau diakumulasikan bisa sebesar Rp 70 jutaan, maka anak milenial bisa mendapatkan sertifikat properti, yakni vila premium Tavisamira Beach Club & Resort Bali.

Villa tersebut rencananya akan diluncurkan di tiga kota sekaligus pada Agustus mendatang di Bandung, Surabaya, dan Jakarta. Proyek vila premium tepi pantai itu dibangun di lahan seluas ahan 1,4 hektar dan terdiri dari 40 unit dengan ukuran 8x17 meter sebanyak 32 unit dan 16x17 meter sebanyak 6 unit, serta dua unit super premium. 

Hans mengaku optimistis bahwa sejauh ini generasi milenial lebih banyak ke arah gaya hidup dalam menghabiskan penghasilannya. Sebaliknya, untuk kebutuhan papan atau perumahan, mereka belum tertarik memenuhinya karena dianggap tidak mendesak. 

"Padahal, itu sangat keliru, karena semakin hari atau semakin mereka tumbuh kelak itu harga tanah makin mahal dan lahannya makin sulit. Itulah mengapa, ketimbang secangkir kopi yang mahal, ada baiknya mereka mulai berpikir jauh ke depan," ucap Hans.


EditorLatief

Close Ads X