Lewat 'Paus', Arsitek Ini Sentil Persoalan Sampah di Laut Pasifik - Kompas.com

Lewat 'Paus', Arsitek Ini Sentil Persoalan Sampah di Laut Pasifik

Kompas.com - 30/06/2018, 22:15 WIB
Seekor paus yang terbuat dari limbah plastik.Designboom Seekor paus yang terbuat dari limbah plastik.

KOMPAS.com - 'Seekor' paus 'melompat' di tengah-tengah kanal Bruges, Belgia, belum lama ini. Paus berwarna biru tersebut memiliki tinggi hampir mencapai sebuah rumah empat lantai.

Namun, paus tersebut bukanlah paus sebenarnya. Paus tersebut hanyalah sebuah karya arsitektur dari firma STUDIOKCA, yang dipimpin Jason Klimoski dan Lesley Chang, yang berbasis di Brooklyn, AS.

Paus tersebut terbuat dari limbah plastik seberat 5 ton yang mengambang di Lautan Pasifik. Kehadiran paus itu merupakan salah satu bentuk kampanye sosial sekaligus untuk mengikuti ajang tahunan Bruges yang kali ini mengangkat tema 'kota cair' atau 'liquid city'

STUDIOKCA bekerjasama dengan relawan dari Hawai Wildlife Fund serta Surfrider Foundation untuk menyisir Pantai Hawai dan mengumpulkan limbah ini.

Lewat paus tersebut, STUDIOKCA ingin 'menyentil' warga dunia tentang pentingnya menjaga kebersihan laut. Sebab, diperkirakan saat ini terdapat 150 juta ton sampah plastik yang terdapat di Laut Pasifik.

"Seekor paus yang terbuat dari limbah plastik, merupakan sebuah 'skycraper' pertama dari laut, sekaligus menggambarkan sebagai seekor mamalia yang terbesar yang hidup di dalam air," demikian tulis keterangan firma seperti dikutip dari Designboom.

"Lewat proyek ini, kami sekaligus ingin menunjukkan bahwa terdapat sebuah ruang lingkup dan skala masalah yang besar. Dalam waktu singkat kami berhasil menarik 5 ton limbah plastik dari laut, itu artinya kita juga memiliki sebuah masalah yang besar," tutup firma tersebut.



Close Ads X