Ramadhan dan Lebaran Berakhir, Penjualan Intiland Menurun - Kompas.com

Ramadhan dan Lebaran Berakhir, Penjualan Intiland Menurun

Kompas.com - 25/06/2018, 11:53 WIB
Intiland mengembangkan klaster tersebut sejak 2011. Lokasinya di area pengembangan Serenia Hills tahap kedua.Intiland Intiland mengembangkan klaster tersebut sejak 2011. Lokasinya di area pengembangan Serenia Hills tahap kedua.

JAKARTA, KOMPAS.com – Selama Ramadhan dan Lebaran yang baru saja berlalu, angka penjualan hunian berupa rumah tapak dan apartemen menurun.

Hal itu dialami oleh semua pengembang properti untuk segala jenis produknya, termasuk PT Intiland Development Tbk.

Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk Theresia Rustandi mengatakan, pada umumnya angka penjualan menurun saat musim liburan dan hari raya nasional.

Baca juga: Pendapatan Intiland Turun Tipis

“Secara umum penjualan turun kalau bulan puasa dan Lebaran, liburan sekolah, Natal dan tahun baru, karena banyak keperluan,” ujar Theresia Rustandi kepada Kompas.com, Senin (25/6/2018).

Mengingat begitu banyaknya kebutuhan menjelang Lebaran, imbuhnya, menjadikan pembelian rumah bukan sebagai prioritas.

Setelah masa liburan ini berakhir, mulai dari bulan Juli sampai Desember 2018, kondisi pasar mulai pulih. Hal ini ditandai dengan angka penjualan yang kembali meningkat. 

“Prioritas bukan rumah, setelah ini baru kelihatan penjualan mulai Juli dan seterusnya sampai Desember nanti,” ucapnya.

Theresia mengaku belum bisa memberikan data secara terperinci karena hari kerja di kantornya baru dimulai Senin ini dan laporan penjualan pun baru dibuat minggu ini.

Selain itu, laporan penjualan unit hunian biasanya dikeluarkan dalam setiap kuartal. Untuk kuartal ini, akan dibuat pada Juli mendatang.

Saat ditanya tentang segmen pembeli, dia mengatakan tidak ada perubahan. Semua jenis produk memiliki pasarnya masing-masing.

“Enggak ada pergeseran pembeli, tiap varian produk ada pasarnya sendiri-sendiri. Relatif enggak ada perubahan,” tutur Theresia.

Begitu pun dengan cara pembayaran. Untuk segmen kelas bawah dan menengah, umumnya menggunakan metode pembayaran melalui KPR bank.

Adapun untuk kelas menengah atas memakai metode pembayaran cicilan bertahap.

Sementara itu, mengenai waktu bagi pembeli hunian itu sejak bertransaksi sampai bisa menerima unit yang dibeli juga berbeda.

“Untuk lamanya, rumah tapak relatif lebih cepat dibanding apartemen,” ungkapnya.

Bagi pembeli rumah tapak, tambah Theresia, waktunya relatif lebih cepat dan rata-rata 1 sampai 1,5 tahun.

Sedangkan untuk pembeli apartemen atau hunian vertikal waktunya lebih lama, yaitu rata-rata 2 hingga 3 tahun. Hal itu antara lain disebabkan oleh lamanya proses pembangunan gedung.


Komentar
Close Ads X