Berita Menarik: Kenaikan Tarif Tol JORR dan Jembatan Kalikuto Bisa Dilalui - Kompas.com

Berita Menarik: Kenaikan Tarif Tol JORR dan Jembatan Kalikuto Bisa Dilalui

Kompas.com - 15/06/2018, 08:43 WIB
Tol JORRW2 ruas Kebon Jeruk sampai Ciledug. Tribunnews.com/Fajar Pratama Tol JORRW2 ruas Kebon Jeruk sampai Ciledug.

JAKARTA, KOMPAS.comKenaikan tarif tol Jakarta Outer Ring Road ( JORR) mulai Rabu (20/6/2018) pukul 00.00 WIB masih menarik minat pembaca kanal Properti Kompas.com, Kamis (14/6/2018).

Selain itu, mulai berfungsinya Jembatan Kalikuto juga menjadi berita yang banyak dibaca karena menyangkut kelancaran arus mudik tahun ini.

Berikut ini daftar berita menarik selengkapnya:

1.  Tarif tol JORR naik jadi Rp 15.000 mulai 20 Juni

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberlakukan perubahan tarif Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) mulai Rabu (20/6/2018) pukul 00.00 WIB.

Setelah perubahan itu, nantinya kendaraan golongan 1 berupa sedan, jip, pikap/truk kecil, dan bus dikenakan tarif Rp 15.000, sedangkan golongan 2 dan 3 tarifnya Rp 22.500, serta golongan 4 dan 5 tarifnya Rp 30.000.

Di ruas tol mana sajakah tarif baru ini berlaku?

Baca berita selengkapnya di sini: Mulai 20 Juni, Tarif Tol JORR Naik Jadi Rp 15.000

 

 

2. Arie hanya tidur 3 jam demi membangun Jembatan Kalikuto

Jembatan Kalikuto merupakan titik kritis di ruas Jalan Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, yang dijadwalkan bisa dilalui pada dua hari menjelang Idul Fitri 2018.

Oleh karena itu, proses pembangunannya tak sekadar membutuhkan kecepatan, tetapi juga keahlian, ketelitian, kerja keras, dan pemasangan yang presisi agar aman dilintasi.

Pada H-2 Lebaran 2018 atau Rabu (13/6/2018), Jembatan Kalikuto di ruas tol Batang-Semarang dibuka secara fungsional dan bisa dilalui arus mudik.Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Pada H-2 Lebaran 2018 atau Rabu (13/6/2018), Jembatan Kalikuto di ruas tol Batang-Semarang dibuka secara fungsional dan bisa dilalui arus mudik.

 

Demi memenuhi semua unsur itu, Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) Arie Irianto bersama timnya pun bekerja ekstra keras. 

Kerja ekstra keras itu terlihat dari aktivitas konstruksi yang berlangsung sejak pagi hingga mentari terbenam. Selain itu, waktu istirahat yang bisa mereka manfaatkan demikian minim. Bahkan, Arie hanya tidur tiga jam sehari. 

Baca berita selengkapnya di sini: Demi Jembatan Kalikuto Tersambung, Arie Tidur Hanya 3 Jam

 

3. Jembatan ikonik Kalikuto siap difungsikan

Jembatan Kalikuto yang selama ini dianggap sebagai titik kritis Jalan Tol Batang-Semarang siap difungsikan pada Rabu (13/6/2018) siang.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Arie Irianto mengungkapkan hal tersebut kepada Tim Merapah Trans-Jawa Kompas.com, Rabu (13/6/2018).

Foto udara proses pembangunan konstruksi Jembatan Kalikuto di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018). Jembatan Kali Kuto ditargetkan untuk digunakan pada H-2 Lebaran dan merupakan jembatan pelengkung pertama di Indonesia, bahkan di dunia, yang perakitannya dilakukan di lokasi.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara proses pembangunan konstruksi Jembatan Kalikuto di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018). Jembatan Kali Kuto ditargetkan untuk digunakan pada H-2 Lebaran dan merupakan jembatan pelengkung pertama di Indonesia, bahkan di dunia, yang perakitannya dilakukan di lokasi.

"Yang akan memfungsikan nanti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Rencana awalnya akan difungsikan sore, tetapi karena tak ingin mengganggu arus mudik, jadi dimajukan jadwalnya," terang Arie.

Dengan difungsikannya Jembatan Kalikuto ini, pemudik dengan tujuan Semarang, Solo, Surabaya, dan sekitarnya tidak harus keluar di pintu keluar Grinsing.

Baca berita selengkapnya di sini: Jembatan Ikonik Kalikuto Siap Difungsikan Rabu Siang Ini

 

4. Wali Kota Semarang pertanyakan masjid dan makam di jalan tol 

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi penasaran terkait keberadaan sebuah masjid di tengah-tengah ruas tol fungsional Batang-Semarang. Masjid dua lantai yang dimaksud terletak di STA 444 di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Suasana Masjid Jami Baitul Mustaghfirin di tengah ruas Tol Semarang-Batang, Seksi V Kaliwungu-Krapyak di Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Masjid berwarna hijau dengan struktur dua lantai itu masih digunakan warga sehari-hari untuk beribadah dan Jalur Tol Batang-Semarang saat ini tengah dipersiapkan sebagai jalur fungsional saat mudik Lebaran 2018.Maulana Mahardhika Suasana Masjid Jami Baitul Mustaghfirin di tengah ruas Tol Semarang-Batang, Seksi V Kaliwungu-Krapyak di Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Masjid berwarna hijau dengan struktur dua lantai itu masih digunakan warga sehari-hari untuk beribadah dan Jalur Tol Batang-Semarang saat ini tengah dipersiapkan sebagai jalur fungsional saat mudik Lebaran 2018.

Tidak hanya masjid, makam di wilayah terkait juga ditanyakan saat ia mengunjungi posko terpadu mudik di Krapyak, Kota Semarang, Selasa (12/6/2018) malam.

“Kalau masjid di tengah tol itu gimana, mengganggu tidak?” tanya Hendrar kepada Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi.

Baca berita selengkapnya di sini: Wali Kota Singgung Masjid dan Makam di Tol Batang-Semarang

 

5.  Jalur pantura peninggalan Daendels yang kalah pamor dari Tol Trans-Jawa

"Jalur pantai utara Jawa (Pantura) lengang. Sejak H-7 tidak ada kenaikan volume kendaraan. Cenderung sepi, meski di beberapa titik masih terdapat pasar tumpah, dan persimpangan".

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono menggambarkan situasi lalu lintas di jalur yang selama ini menjadi momok bagi para pemudik, kepada Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com, Rabu (13/6/2018).

Jembatan Comal, Pemalang menuju Pekalongan, Rabu (13/6/2018).Hilda B Alexander/Kompas.com Jembatan Comal, Pemalang menuju Pekalongan, Rabu (13/6/2018).

 

Menurut Condro, masyarakat yang melakukan perjalanan mudik lebih antusias menggunakan Jalan Tol Trans-Jawa. Bebas hambatan, mulus, dan lebih cepat sampai ke tempat tujuan.

Baca berita selengkapnya di sini: Jalur Pantura, Jejak Daendles yang Kalah Pamor dari Tol Trans Jawa


Komentar
Close Ads X