Berita Menarik: Tarif Tol JORR Naik dan Jembatan Kalikuto Berfungsi - Kompas.com

Berita Menarik: Tarif Tol JORR Naik dan Jembatan Kalikuto Berfungsi

Kompas.com - 14/06/2018, 11:00 WIB
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna (tengah) saat menyampaikan integrasi tarif tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) pada Senin (11/6/2018) di Jakarta.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna (tengah) saat menyampaikan integrasi tarif tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) pada Senin (11/6/2018) di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan tarif tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) mulai Rabu (20/6/2018) pukul 00.00 WIB banyak menarik minat pembaca kanal Properti Kompas.com, Rabu (13/6/2018).

Selain itu, mulai difungsikannya Jembatan Kalikuto secara resmi juga menjadi berita yang banyak dibaca karena menyangkut kelancaran arus mudik tahun ini.

Berikut ini daftar berita menarik selengkapnya:

1.  Tarif tol JORR naik jadi Rp 15.000 mulai 20 Juni

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberlakukan perubahan tarif Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) mulai Rabu (20/6/2018) pukul 00.00 WIB.

Setelah perubahan itu, nantinya kendaraan golongan 1 berupa sedan, jip, pikap/truk kecil, dan bus dikenakan tarif Rp 15.000, sedangkan golongan 2 dan 3 tarifnya Rp 22.500, serta golongan 4 dan 5 tarifnya Rp 30.000.

Tarif sebelumnya untuk golongan I sebesar Rp 9.500, golongan II Rp 11.500, golongan III Rp 15.500, golongan IV Rp 19.000, dan golongan V Rp 23.000.

Tarif baru ini berlaku di ruas-ruas Tol JORR, seperti Penjaringan-Kebon Jeruk, Kebon Jeruk-Ulujami, Ulujami-Pondok Pinang, dan Pondok Pinang-Taman Mini.

Selain itu, Tol Taman Mini-Cikunir, Cikunir-Cakung, Cakung-Rorotan, jalan tol menuju Tanjung Priok, Rorotan-Kebon Bawang, dan Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.  

Berita selengkapnya baca di sini: Mulai 20 Juni, Tarif Tol JORR Naik Jadi Rp 15.000

 

2. Arie hanya tidur 3 jam demi membangun Jembatan Kalikuto

Jembatan Kalikuto merupakan titik kritis di ruas Jalan Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, yang dijadwalkan bisa dilalui pada dua hari menjelang Idul Fitri 2018.

Kendaraan pemudik melintasi Jembatan Kalikuto di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/6/2018). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan jembatan tersebut untuk dilalui kendaraan pemudik menuju ke Semarang, Solo, Surabaya dan sekitarnya tanpa keluar di exit Gringsing.MAULANA MAHARDHIKA Kendaraan pemudik melintasi Jembatan Kalikuto di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/6/2018). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan jembatan tersebut untuk dilalui kendaraan pemudik menuju ke Semarang, Solo, Surabaya dan sekitarnya tanpa keluar di exit Gringsing.
Oleh karena itu, proses pembangunannya tak sekadar membutuhkan kecepatan, tetapi juga keahlian, ketelitian, kerja keras, dan pemasangan yang presisi agar aman dilintasi.

Demi memenuhi seluruh unsur itu, Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) Arie Irianto bersama timnya pun bekerja ekstra keras. 

Kerja ekstra keras itu terlihat dari aktivitas konstruksi yang berlangsung sejak pagi hingga mentari terbenam. Selain itu, waktu istirahat yang bisa mereka manfaatkan demikian minim. Bahkan, Arie hanya tidur tiga jam sehari. 

Berita selengkapnya baca di sini: Demi Jembatan Kalikuto Tersambung, Arie Tidur Hanya 3 Jam

 

3. Jembatan ikonik Kalikuto siap difungsikan

Jembatan Kalikuto yang selama ini dianggap sebagai titik kritis Jalan Tol Batang-Semarang siap difungsikan pada Rabu (13/6/2018) siang.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Arie Irianto mengungkapkan hal tersebut kepada Tim Merapah Trans-Jawa Kompas.com, Rabu (13/6/2018).

Kendaraan pemudik melintasi Jembatan Kalikuto di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/6/2018). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan jembatan tersebut untuk dilalui kendaraan pemudik menuju ke Semarang, Solo, Surabaya dan sekitarnya tanpa keluar di exit Gringsing.MAULANA MAHARDHIKA Kendaraan pemudik melintasi Jembatan Kalikuto di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/6/2018). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan jembatan tersebut untuk dilalui kendaraan pemudik menuju ke Semarang, Solo, Surabaya dan sekitarnya tanpa keluar di exit Gringsing.
"Yang akan memfungsikan nanti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Rencana awalnya akan difungsikan sore, tetapi karena tak ingin mengganggu arus mudik, jadi dimajukan jadwalnya," terang Arie.

Dengan difungsikannya Jembatan Kalikuto ini, pemudik dengan tujuan Semarang, Solo, Surabaya, dan sekitarnya tidak harus keluar di pintu keluar Grinsing.

Berita selengkapnya baca di sini: Jembatan Ikonik Kalikuto Siap Difungsikan Rabu Siang Ini

 

4. Menjejaki Daendels di jalur pantai selatan Jawa

Seluruh mata orang Indonesia saat ini tertuju pada aktivitas mudik Lebaran 2018. Tol Trans-Jawa adalah bintang dari segala bintang dan menjadi favorit masyarakat untuk pulang ke kampung halaman tahun ini.

Mercusuar Pantai Jetis, di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, salah satu destiansi wisata yang bisa disambangi, Senin 911/6/2018).Hilda B Alexander/Kompas.com Mercusuar Pantai Jetis, di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, salah satu destiansi wisata yang bisa disambangi, Senin 911/6/2018).
Jaringan tol ini membentang dari Merak di Banten hingga Pasuruan di Jawa Timur sepanjang 1.167 kilometer. Dengan melintasi Tol Trans-Jawa, impian para pemudik untuk berbagi kebahagiaan dengan sanak saudara bisa terwujud lebih cepat.

Belum ada yang memungkiri, efektivitas dan efisiensi dengan menggunakan jaringan Tol Trans-Jawa adalah tujuan para perindu tempat kelahiran.

Namun, tahukah Anda, bahwa sejatinya masih terdapat dua opsi jalur lain yang menawarkan nilai lebih dari sekadar efektivitas dan efisiensi?

Jalur pantai selatan (pansela) Jawa adalah salah satunya, selain jalur pantai utara (pantura). Tim Merapah Trans-Jawa Kompas.com menyusuri pansela pada Senin (11/6/2018).

Berita selengkapnya baca di sini: Menjejaki Daendels di Jalur Pantai Selatan Jawa

 

5. Wali Kota Semarang pertanyakan masjid dan makam di jalan tol 

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi penasaran terkait keberadaan sebuah masjid di tengah-tengah ruas tol fungsional Batang-Semarang. Masjid dua lantai yang dimaksud terletak di STA 444 di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Suasana Masjid Jami Baitul Mustaghfirin di tengah ruas Tol Semarang-Batang, Seksi V Kaliwungu-Krapyak di Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Masjid berwarna hijau dengan struktur dua lantai itu masih digunakan warga sehari-hari untuk beribadah dan Jalur Tol Batang-Semarang saat ini tengah dipersiapkan sebagai jalur fungsional saat mudik Lebaran 2018.Maulana Mahardhika Suasana Masjid Jami Baitul Mustaghfirin di tengah ruas Tol Semarang-Batang, Seksi V Kaliwungu-Krapyak di Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Masjid berwarna hijau dengan struktur dua lantai itu masih digunakan warga sehari-hari untuk beribadah dan Jalur Tol Batang-Semarang saat ini tengah dipersiapkan sebagai jalur fungsional saat mudik Lebaran 2018.
Tidak hanya masjid, makam di wilayah terkait juga ditanyakan saat ia mengunjungi posko terpadu mudik di Krapyak, Kota Semarang, Selasa (12/6/2018) malam.

“Kalau masjid di tengah tol itu gimana, mengganggu tidak?” tanya Hendrar kepada Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi.

Berita selengkapnya baca di sini: Wali Kota Singgung Masjid dan Makam di Tol Batang-Semarang


Komentar
Close Ads X