Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berita Menarik: Serunya Mudik Lewat Trans Jawa hingga Tarif Tol

Kompas.com, 7 Juni 2018, 10:55 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan pribadi masih menjadi primadona bagi masyarakat untuk menjalankan ritual mudik.

Tak heran bila berita seputar kesiapan infrastruktur mudik merajai berita terpopuler kanal properti Kompas.com, sepanjang Rabu (6/6/2018).

Dimulai dari kabar soal tarif tol di Pulau Jawa, rencana fungsional tol dari Pemalang sampai Semarang, hingga serunya menjajal jalur mudik Tol Trans Jawa pada tahun ini.

Berikut kabar selengkapnya:

1. Pemudik, ini daftar tarif tol di Pulau Jawa

Melewati jalan tol masih dianggap oleh sebagian pemudik sebagai cara cepat untuk sampai ke kampung halaman.

Namun, Anda perlu ingat bahwa saat ini sistem pembayaran tunai sudah tidak berlaku di gerbang tol.

Alhasil, Anda harus memiliki saldo yang cukup pada uang elektronik. Sekadar informasi, kini uang elektronik yang Anda miliki bisa di top up hingga Rp 2.000.000.

Nah, sekarang berapa tarif yang harus Anda bayarkan untuk sampai ke kampung halaman?

Baca berita berikut: Pemudik, Ini Daftar Tarif Tol di Pulau Jawa

Foto udara pembangunan sekitaran Pintu Tol Krapyak di ruas jalan tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Pintu tol Krapyak merupakan pertemuan jalan tol dan jalan nasional.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara pembangunan sekitaran Pintu Tol Krapyak di ruas jalan tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Pintu tol Krapyak merupakan pertemuan jalan tol dan jalan nasional.

2. Besok, tol fungsional Pemalang-Semarang dibuka sejak pukul 6 pagi

Ruas-ruas tol fungsional dari Pemalang hingga Semarang akan dibuka perdana pada Jumat (8/6/2018). Pembukaan direncanakan sejak pukul 06.00 WIB pagi.

"Jalan tol (fungsional) akan dibuka pada Jumat pukul 06.00 WIB pagi," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/6/2018) malam.

Terkait pembukaan itu, Menhub menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk mengatur lalu lintas berikut keamanan dari jalur tersebut.

Pihak kepolisian juga diberi kewenangan untuk membuka tol fungsional dari Pemalang hingga Semarang selama 24 jam atau tidak.

Selengkapnya: Baca juga: Tol Fungsional Pemalang-Semarang Bisa Dilewati Malam Hari

Foto udara pembangunan jembatan Kali Kuto di Proyek ruas Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Jembatan Kali Kuto ditargetkan untuk digunakan pada H-2 lebaran dan merupakan jembatan pelengkung baja pertama di Indonesia yang perakitannya dilakukan di lokasi pekerjaan.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara pembangunan jembatan Kali Kuto di Proyek ruas Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Jembatan Kali Kuto ditargetkan untuk digunakan pada H-2 lebaran dan merupakan jembatan pelengkung baja pertama di Indonesia yang perakitannya dilakukan di lokasi pekerjaan.

3. Pelengkung Jembatan Kalikuto akan tersambung

Pekerjaan konstruksi Jembatan Kalikuto telah mencapai 82 persen. Salah satu elemen penting di dalam pekerjaan jembatan tersebut yakni menyambungkan pelengkung jembatan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pelengkung jembatan rencananya akan tersambung pada Selasa (5/6/2018).

"Untuk Jembatan Kalikuto hari ini (kemarin) atau besok (hari ini) akan tersambung pelengkungnya untuk kemudian dipasang alas jembatan," kata Basuki.

Jembatan Kalikuto sendiri terletak di ruas Tol Batang-Semarang. Jalan tol ini akan dibuka fungsional pada H-10 lebaran.

Saat dibuka, arus yang berlaku hanya satu arah yakni ke arah Semarang saat mudik, atau ke Batang saat balik.

Ulasannya: Baca juga: Hari Ini, Pelengkung Jembatan Kalikuto Akan Tersambung

Foto udara simpang susun Waru di Tol Surabaya-Gempol di Jawa Timur, Selasa (5/6/2018). Tol Surabaya-Gempol sudah beroperasi dan dapat dilintasi para pemudik.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara simpang susun Waru di Tol Surabaya-Gempol di Jawa Timur, Selasa (5/6/2018). Tol Surabaya-Gempol sudah beroperasi dan dapat dilintasi para pemudik.

4. Menyusuri mulusnya Tol Surabaya-Mojokerto

Setelah melalui perjalanan panjang dengan menyusuri 10 ruas tol operasional dan fungsional, Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com tiba di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto pada Selasa (5/6/2018).

Jalan tol yang dikenal sebagai Tol Sumo ini merupakan jalan bebas hambatan pertama di Provinsi Jawa Timur yang seluruh ruasnya sudah dioperasikan dan bertarif.

Perjalanan Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com melintasi tol ini dimulai dari Gerbang Tol (GT) Penompo di KM 712 yang merupakan batas wilayah Kabupaten Mojokerto.

Secara umum, kondisi fisik prasarana jalan relatif mulus. Tak ada titik yang bergelombang di sepanjang jalan 36,27 kilometer ini.

Namun demikian, mulusnya jalan tol ini berpotensi membuat pengendara terlena dan hilang konsentrasi mengemudi.

Terlebih cuaca Mojokerto-Surabaya pada siang hari demikian terik, dan hanya beberapa kendaraan melintas. Kondisi ini akan memacu pengemudi melajukan kendaraannya lebih cepat.

Baca juga: Baca juga: Menyusuri Mulusnya Tol Surabaya-Mojokerto

Kendaraan melintas di Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Sabtu (2/6/2018). Tol tersebut akan difungsionalkan pada arus mudik lebaran 2018.MAULANA MAHARDHIKA Kendaraan melintas di Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Sabtu (2/6/2018). Tol tersebut akan difungsionalkan pada arus mudik lebaran 2018.

5. Serunya menjajal jalur mudik Tol Trans Jawa

Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com telah tiba di Probolinggo, Jawa Timur, setelah melakukan perjalanan panjang dari Jakarta sejak Sabtu (2/6/2018).

Hingga hari ini, Rabu (6/6/2018), Tim Merapah Trans Jawa telah melintasi 15 ruas tol operasional, dan fungsional dengan total panjang 807,5 kilometer.

Kru yang terlibat dalam perjalanan reportase mudik tahun 2018 sebanyak tujuh orang yang terdiri dari tiga jurnalis, dua videografer, satu fotografer, dan satu bagian umum.

Di sepanjang perjalanan, kami menemukan banyak hal menarik, seru, istimewa, dan berbeda yang bisa kami ceritakan kepada pembaca.

Mulai dari jalanan yang gelap, kondisi fisik jalan yang berbeda di antara satu segmen dengan segmen lainnya, masjid yang berdiri kokoh di tengah jalan tol, hingga jalur off road yang masih berupa gundukan tanah.

Seperti apa serunya perjalanan Tim Merapah? Selengkapnya di sini:

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau