JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki arus mudik Lebaran 2018, pekerjaan konstruksi di ruas Tol Jakarta-Cikampek mulai dihentikan. Hal ini dilakukan guna mendukung kelancaran lalu lintas kendaraan selama arus mudik dan arus balik.
Direktur Operasi I PT Jasa Marga (Persero) Tbk Muhammad Sofyan mengatakan, setidaknya ada tiga pekerjaan konstruksi yang dilakukan di sepanjang Tol Jakarta-Cikampek.
Ketiganya yakni pembangunan Light Rail Transit (LRT), proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).
Baca juga: Serunya Menjajal Jalur Mudik Tol Trans Jawa
"Japek sudah mulai dibersihkan mulai kemarin. Kita hentikan pekerjaan proyek mulai H-10 hingga H+10, jadi jalanan betul-betul clear," kata Sofyan di kantornya, Rabu (6/6/2018).
Di samping menghentikan pekerjaan konstruksi, ada pula sejumlah skenario yang disiapkan Jasa Marga guna mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Pertama, melakukan pengaturan kegiatan operasi angkutan barang oleh Kementerian Perhubungan.
"Seperti sering disampaikan, bahwa karena badannya yang besar, jalannya tidak secepat kendaraan biasa," sambung Sofyan.
Kedua, percepatan penanganan gangguan dengan cara menempatkan petugas di lokasi rawan kepadatan, serta menambah kendaraan pelayanan lalu lintas.
Ketiga, mengoptimalisasi kapasitas lajur dengan contraflow, hingga menggeser MCB pada area bottleneck proyek.
"Kemudian, melakukan distribusi beban lalu lintas dengan menggeser rute di tol ke arteri," ujarnya.
Terakhir, mempercepat distribusi informasi melalui variable message sign (VMS), VMS mobile, Remote Traffic Microwave Sensor (RTMS), CCTV, aplikasi JMCARe, dan pemasangan video conference di Posko Cikarang Utama dan Cikopo.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.