Begini Cara Pengelola Tol Tangerang-Merak Antisipasi Macet Mudik

Kompas.com - 01/06/2018, 17:00 WIB
Antrean truk di tol Merak-Jakarta di wilayah Kota Cilegon, Banten, Jumat (25/5/2012).KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO Antrean truk di tol Merak-Jakarta di wilayah Kota Cilegon, Banten, Jumat (25/5/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Puncak arus mudik di Tol Tangerang-Merak diprediksi terjadi pada H-4 labaran atau 11 Juni 2018.

PT Marga Mandala Sakti (MMS), anak usaha PT Astra Infra Toll Road, selaku pengelola tol tersebut, telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mengatasi kepadatan yang terjadi.

Direktur Teknik dan Operasi PT MMS Sunarto Sastrowiyoto memprediksi, kepadatan di jalan tol sepanjang 72,45 kilometer ini hanya terjadi di gerbang tol (GT), bukannya di rest area.

Baca juga: Astra Infra Tambah Lajur Tol Tangerang-Merak

"Prediksi kami terjadi kenaikan sekitar 5,6 persen dibandingkan tahun lalu," kata Sunarto kepada Kompas.com, Kamis (31/5/2018).

Ia mengaku, salah satu upaya untuk mengurangi kemacetan yakni dengan memberikan diskon sebesar 10 persen.

Rencananya, diskon itu akan diberikan pada 15-17 Juni 2018, bersamaan dengan dua tol yang dikelola Astra Infra Toll Road.

Keduanya yaitu Tol Cikopo-Palimanan atau Cipali dan Tol Jombang-Kertosono. Besaran diskon yang diberikan sama yakni 10 persen.

"Kita sengaja ngasih diskon di tengah supaya agak terbagi lagi (kemacetannya)," kata dia.

Sementara itu, untuk memperlancar arus di GT Cikupa, pengelola akan menyediakan kartu tanda masuk, sehingga tidak perlu tapping di sana.

Nantinya, pengguna jalan cukup tapping uang elektronik pada saat keluar di gerbang tol yang dituju.

"Dengan cara seperti lebih cepat," sambung Sunarto.

Langkah terakhir, bila terjadi kemacetan di GT Merak, maka arus kendaraan pengguna jalan akan dialihkan dengan melewati GT Cilegon Timur atau Cilegon Barat.

Nantinya, pengguna jalan yang ingin menuju Pelabuhan Merak atau ke Pantai Anyer, bisa melewati jalur arteri Kota Cilegon.

KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO Infografik Top up E-Toll

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X