7 Penyebab Tol Jakarta-Cikampek Sering Macet

Kompas.com - 31/05/2018, 18:20 WIB
Suasana lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (25/5/2018).Kompas.com / Dani Prabowo Suasana lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (25/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerap mengalami kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek? Bagi Anda yang merupakan penglaju Bekasi-Jakarta, kemacetan di ruas jalan tol ini mungkin sudah biasa. 

Kemacetan itu, terutama terjadi saat memasuki sekitar wilayah Cikarang dan Cikunir.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pengelola jalan tol tersebut telah mengidentifikasi penyebab kemacetan dan menyimpulkannya menjadi tujuh faktor.

Baca juga: Resmi, Diskon Tarif Tol Berlaku Saat Mudik dan Balik Lebaran 2018

"Faktor pertama yaitu beban ruas jalan di beberapa segmen yang melampaui kapasitas jalan akibat beban lalu lintas yang tinggi," kata General Manager PT Jasa Marga (Persero) Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R Lukman saat pemaparan di kantornya, Gerbang Tol Cikarang Utama, Kamis (31/5/2018).

Faktor kedua, tingginya jumlah kendaraan angkutan barang berupa truk yang rata-rata kelebihan kapasitas (overload).

Hal itu berkontribusi besar terhadap gangguan lalu lintas karena kecepatan dan kemampuan manuvernya yang rendah.

Dia melanjutkan, faktor ketiga yaitu meningkatnya potensi kemacetan di Simpang Susun (SS)  Cikunir. Sebab, titik itu merupakan pertemuan lalu lintas dari tiga arah karena terkoneksi dengan akses Jakarta Outer Ring Road Seksi Tanjung Priok (JORR E3).

"Faktor keempat yaitu ada beberapa proyek yang sedang dikerjakan dalam waktu bersamaan. Ada pengerjaan LRT, tol layang Jakarta-Cikampek, kereta cepat, dan pemeliharan rutin sehingga kapasitas jalan berkurang dan mengganggu pergerakan lalu lintas," ucap Raddy.

Faktor kelima, lanjutnya, jumlah kendaraan yang masuk ke rest area melebihi kapasitas sehingga menimbulkan antrean memanjang sampai jalur utama tol dan membuat kemacetan lalu lintas.

Untuk penyebab keenam yaitu frekuensi gangguan kendaraan yang mogok, kerusakan onderdil, dan semacamnya.

Adapun faktor ketujuh, imbuh Raddy, karena pengguna jalan membawa kartu e-toll dengan saldo yang kurang saat bertransaksi di gerbang tol.

KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO Infografik Top up E-Toll

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X