Tower Pertama CitraPlaza Nagoya Batam Terjual 80 Persen - Kompas.com

Tower Pertama CitraPlaza Nagoya Batam Terjual 80 Persen

Kompas.com - 31/05/2018, 15:29 WIB
Pembangunan proyek kawasan CitraPlaza Nagoya Batam saat ini memasuki tahap pembangunan sub struktur (foundation). Dok Ciputra Residence Pembangunan proyek kawasan CitraPlaza Nagoya Batam saat ini memasuki tahap pembangunan sub struktur (foundation).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan proyek kawasan CitraPlaza Nagoya Batam saat ini memasuki tahap pembangunan sub struktur (foundation). Andri Yuliawan, Manager Marketing CitraPlaza Nagoya Batam mengatakan tahap tersebut ditargetkan selesai akhir tahun ini dan dilanjutkan ke tahap upper structure, pembangunan empat lantai (retail podium) dan tower pertama.

"Secara bertahap serah terima akan mulai dilakukan pertengahan 2021. Kami optimistis target marketing sales sebesar Rp200 miliar akan tercapai, sebab sampai pertengahan Mei ini sudah mencapai 60 persen dari yang ditargetkan (Rp200 miliar)," ujar Andri, Rabu (30/5/2018).

Andri mencatat penjualan tower pertama sudah mencapai 80 persen dari 708 unit. Dia berharap pada Juli sampai Agustus dapat nanti akan dirilis tower kedua.

Dengan kredibilitas dan komitmen yang ditunjukan Ciputra Group, lanjut Andri, pembangunan mega superblock CitraPlaza Nagoya akan jalan terus. Proyek superblok 6,3 hektar ini akan dibangun apartemen yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas seperti pusat belanja, hotel, pusat gaya hidup dan lain-lainnya. 

"Nantinya akan dibangun sembilan tower apartemen, satu tower hotel, dan mal secara bertahap, serta redevelopment pusat perbelanjaan existing," ujarnya.

Dalam situasi ekonomi Batam yang belum rebound 100 persen, menurut dia, wajar kalau investor mengambil sikap selektif dalam membelanjakan dananya. Namun tidak sedikit investor yang melihat bahwa sekarang ini merupakan momentum baik untuk melakukan investasi di bidang properti.

Ihwal proyek tersebut, papar Andri, ketertarikan konsumen terhadap CitraPlaza Nagoya sangat tidak lepas dari lokasinya di Central Business District (CBD) di Kota Batam. Kawasan Nagoya sendiri adalah distrik komersial yang menjadi ikon sentra perdagangan modern dan pusat gaya hidup di kota ini.

"Kami punya satu konsumen, dia pengusaha sarang walet dari Riau yang beli 11 unit. Dalam hitung-hitungannya, dengan cara bayar in-house 60 kali selama 5 tahun, dia harus mengeluarkan total biaya Rp4 miliar, tapi hanya membayar Rp 2 miliar. Kok bisa, karena setelah serah terima 2,5 tahun kemudian, cicilannya dibayarkan dari pendapatan sewa unit apartemen ini," kata Andri menirukan.

Saat ini, Andri menuturkan, harga sewa apartemen di kawasan Nagoya rata-rata senilai Rp8 juta per bulan. Sementara ekspektasi harga sewa konsumen tadi sangat konservatif, yaitu di angka Rp 6 juta per bulan.

"Itu sudah bisa menutup cicilan 2,5 tahun berikutnya setelah serah terima. Diperkiraan dalam 10 tahun dia bisa balik modal Rp4 miliaran," papar Andri.


EditorLatief
Komentar
Close Ads X