Pengembang Harus Berkomitmen Dongkrak "Passive Income" Pemilik Unit - Kompas.com

Pengembang Harus Berkomitmen Dongkrak "Passive Income" Pemilik Unit

Kompas.com - 28/05/2018, 14:14 WIB
Woodland Park Residenc, Kalibata, Jakarta Selatan, dibangun dengan konsep Transit Oriented Development atau TOD.Dok PT Pardika Wisthi Sarana Woodland Park Residenc, Kalibata, Jakarta Selatan, dibangun dengan konsep Transit Oriented Development atau TOD.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang harus punya komitmen terhadap pengembangan investasi para pemilik unit apartemen. Hal itu diungkapkan pengembang proyek Woodland Park Residence, PT Pardika Wisthi Sarana.

Untuk menunjukkan komitmen itu, Pardika menggandeng kerjasama dengan Mofu sebagai Serviced Apartment Management untuk menawarkan penyewaan properti jangka pendek (short term rental). 

"Berupa sewa harian maupun mingguan. Ini penawaran pelayanan untuk memanfaatkan unit apartemen sebagai apartemen standar hotel. Ini akan sangat memungkinkan para pemilik unit mendapatkan passive income," kata Pompi Ardana, Head of Marketing Communication PT. Pardika Wisthi Sarana, Senin (28/5/2018).

Untuk memikat konsumen, khusus pada bulan puasa ini, tutur Pompi, pihak Pardika banyak memberikan promosi dan hadiah mulai umroh sampai mobil untuk semua cara bayar, baik dengan tunai keras sampai KPA. Dia mengatakan, Woodland Park sendiri merupakan kawasan urban yang merangkum hunian, fasilitas penunjang dan retail serta kondotel yang dioperasikan oleh Swiss-Belhotel International di satu area.

"Soal akses ini andalannya, karena dekat dengan CBD, transportasi publik dan juga Bandara Halim Perdana Kusuma. Belum lagi dekat dengan Stasiun KRL Duren Kalibata, terintegrasi dengan Transjakarta, juga bus bandara," ujarnya.

Achmad Setiadi, Direktur Utama PT Pardika Wisthi Sarana, mengakui bahwa saat ini perkembangan investasi properti di Indonesia berdasarkan data yang dihimpun oleh Bank Indonesia Residential Property Price Survey mengalami pertumbuhan harga cukup signifikan pada kuartal pertama.

Berdasarkan data lain, yakni Asosiasi REI (Real Estate Indonesia), juga membuatnya optimistis bahwa bisnis di bidang properti akan terus mengalami peningkatan hingga akhir 2018 seiring ekonomi global yang membaik.

"Perkembangan investasi properti ini juga diperkuat dengan semakin ringannya Loan to Value dan skema uang muka yang fleksibel," timpal pria yang akrab disapa Dedi.

Dia menambahkan bahwa ada banyak pilihan bisa digunakan konsumen dalam berinvestasi properti, salah satunya apartemen yang dapat disewakan kembali melalui serviced apartment management.

"Kalau dilihat lebih jauh, di tahun ini generasi milenial akan lebih banyak berinvestasi di bidang properti. Banyak di antara mereka yang sudah mulai berpikir jauh untuk urusan keuangan di masa yang akan datang meskipun kaum senior di usia matang masih mendominasi di deretan daftar investor di sektor properti," papar Dedi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, menurut dia, agar investasi properti lebih dipilih adalah lokasinya yang strategis, spesifikasi bangunan serta prospeknya. Selain itu, aspek kawasan yang semakin dekat dengan pusat perbelanjaan, pusat bisnis, pusat pendidikan, akses transportasi umum dan jalan tol juga penting untuk membuat antusiasme orang semakin tinggi menyewa hunian tersebut.

"Jakarta Selatan masih termasuk primadona untuk sektor properti, terutama dengan pilihan berinvestasi di apartemen yang kondisinya siap huni dengan konsep Transit Oriented Development atau TOD," kata Dedi.


EditorLatief
Komentar
Close Ads X