Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cek Bendungan Kuningan, Jokowi Pastikan 8 Proyek Rampung Tahun Ini

Kompas.com, 26 Mei 2018, 11:30 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

TEGAL, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memastikan, pemerintah akan menyelesaikan delapan proyek bendungan pada tahun ini. Pekerjaan bendungan tersebut terus dikebut guna mendukung sistem ketahanan pangan dan air nasional.

"Pembangunan bendungan akan selesai satu persatu. Tahun 2018 ini delapan waduk akan selesai, termasuk Bendungan Kuningan," saat meninjau lokasi pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (25/5/2018).

Selain Bendungan Kuningan, tujuh bendungan lain yang ditargetkan selesai yaitu Bendungan Rotiklot di Nusa Tenggara Timur, Bendungan kembar Tanju-Mila di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Gondang dan Logung di Jawa Tengah.

Proyek Bendungan KuninganKementerian PUPR Proyek Bendungan Kuningan
Kemudian, Bendungan Sei Gong di Batam, Bendungan Sindang Heula di Banten, Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan dan Bendungan Kuningan di Jawa Barat.

Progres delapan bendungan tersebut sudah 80-90 persen. Bahkan, untuk Bendungan Rotiklot, Tanju dan Mila sudah selesai dan siap impounding.

Kementerian PUPR pada periode 2015-2019 membangun 65 bendungan, yang terdiri atas 16 bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru. Presiden optimistis target itu akan terealisasikan sampai akhir periode pemerintahan saat ini.

Bendungan Kuningan

Bendungan ini didirikan di atas lahan seluas 221 hektar, yang membendung Sungai Cikaro. Dengan volume mencapai 25,9 juta meter kubik, Bendungan Kuningan menjadi bendungan multifungsi.

Proyek Bendungan KuninganKementerian PUPR Proyek Bendungan Kuningan
Pemanfaatan bendungan ini salah satunya sebagai sumber pengairan irigasi seluas 3.000 hektar sawah di dua Daerah Irigasi (DI) yakni DI Cileuweung di Kabupaten Kuningan seluas 1.000 hektar dan DI Jangkelok di Kabupaten Brebes seluas 2.000 hektar.

"Bendungan Kuningan juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air baku dengan kapasitas sebesar 300 liter per detik bagi 300 ribu Kepala Keluarga (KK) baik di Kuningan dan Brebes. Bendungan ditargetkan selesai akhir tahun 2018," kata Presiden Jokowi.

Bendungan Kuningan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan progres saat ini sekitar 80%. Selanjutnya setelah selesai akan dilakukan pengisian air bendungan (impounding) pada awal 2019.

Presiden Joko Widodo saat meninjau proyek Bendungan Kuningan, Jumat (25/5/2018).Kementerian PUPR Presiden Joko Widodo saat meninjau proyek Bendungan Kuningan, Jumat (25/5/2018).
Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, bendungan ini juga akan dimanfaatkan sebagai pengendali banjir dan penghasil energi listrik tenaga air sebesar 500 KW.

"Bendungan ini juga berpotensi untuk menjadi kawasan wisata di Kuningan karena tidak jauh dari pemukiman sehingga harus kita tata betul kawasannya," kata Menteri Basuki.

Biaya pembangunan bendungan yang membendung Sungai Cikaro, anak Sungai Cijalengkok senilai Rp 491,4 miliar yang tertuang pada nilai kontrak awal. Pekerjaannya telah dimulai sejak 2013 oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk- PT Brantas Abipraya KSO.

Proyek Bendungan KuninganKementerian PUPR Proyek Bendungan Kuningan
Bendungan ini merupakan bendungan tipe urugan dengan panjang puncak 229 meter dan dilengkapi terowongan pengelak sepanjang 218,42 meter.

Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso mengatakan, tantangan dalam membangun bendungan adalah masalah pengadaan lahan.

Namun bisa diatasi setelah adanya PP No.105 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua PP No. 24 tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan. Disamping itu dalam proses pengadaan lahan juga melibatkan tim penilai (appraisal) yang menilai besaran ganti rugi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau